CERITA SEX – MESUM HOT RAYUAN MAUT BERAKHIR NGEWE

CERITA SEX - MESUM-HOT-RAYUAN-MAUT-BERAKHIR-NGEWE
CERITA SEX - MESUM-HOT-RAYUAN-MAUT-BERAKHIR-NGEWE

CERITA SEX – MESUM HOT RAYUAN MAUT BERAKHIR NGEWE


CERITA SEX – MESUM HOT RAYUAN MAUT BERAKHIR NGEWE – Hari Sabtu Siang aku ditelepon Melani untuk menanyakan aku jadi menginap di rumahnya. Sebab kata Melani kalau rumahnya kosong karena Suaminya pergi. Aku sendiri yang berumur 32 tahun. Sedangkan Kang Reno hanya berumur 35 jadi kami berdua tidak terlalu jauh.

Setelah makan siang, aku telepon Melani, Aku sudah hampir sampai didekat rumahnya. Lagian sampe rumahnya terlalu malem, Sesampainya didalam rumahnya aku langsung masuk kekamar dan tidur pulas karena cape sekalii.

Esoknya aku melihat Melani sedang mencuci, dia hanya mengenakan Celan Short pendek yang tipis, dada montok Melani tercetak jelas. aku yang ingin kekamar mandi harus melewati Melani dulu dari belakang. Rdengan pantatnya yang besar membuatku susah untuk kearah kamar mandi. Dengan aku yang hanya memakai Celana dalam boxer saja ditambah lgi kontolku sedang tegang membuatku sedikit gimana gitu ketika kontolku menyenggol pantatnya, karena jalannya yang sempit membuatku agak mendesak masuk kedalam dan akhiranya kontolku bergesekan dengan pantat Melani.

Pasti dia marah nih aku berbuat gini, waduh habis aku nih kena semprot dia tetapi semua yang aku pikirkan tidak terjadi, malah hasilnya Melani semakin menekan pantatnya kekontolku dan mengeseknya juga lalu berkata!

“Kang Seno?, Pagi-pagi udah mesum aja yah”, katanya,
“Iyah Mel, Masih tegang mau kekamar mandi, Eh malah ngegesek pantat semok kamu”, kataku sambil beranikan diri untuk memegang pingangnya
“Ah kang seno bisa aja, Gesek lagi dong” katanya,
“Jangann ahh ntar akunya sange bisa berabe loh,” kataku
“Iyah nggapapa kang, Malahan melani berharap akang mau hilaf”, katanya membuat jantungku berdegub kencang

“Ntar nggak tahan loh? pantat kamu semok dan kenyal yah sayang” kataku
“Iyah tiap hari aku olaraha akang, jadi pantat Melani makin lama makin semok” katanya.
“Suka sama pantat Melani juga yah”

Akhirnya aku sadar dan aku bergegas menghindar dan masuk kedalam kamar mandi lalu Melani hanya senyum2 sendiri melihatku, karena kejadian tadi pagi aku jadi Pengen nonton film. kulihat dikamarnya melani sedang telungkup sambil bermain handphone. yang membuatku semakin panas adalah dia hanya memakai Bra Dan CD saja dengan pintu yang terbuka sedikit. aku mengintip karena sudah tidak tahan lagi aku melakukan onani dikamarku sambil membayangkan Ngentot dengan Melani.

Aku sudah menunggu hampir 2 jam, tepat jam 1 malam aku rasa melani sudah tidur pulas, dan aku berencana untuk masuk kedalam kamarnya dan menikmati tubuhnya. Aku masuk kedalam kamarnya dan perlahan kukunci pintunya lalu kudekati Melani yang masih keadaan telungkup tanganku mulai berani mengarah kepantatnya yang bulat dan kenyal itu aku remas2 pelan. Tubuhnya terpampang mulus, Birahiku semakin memuncak dan mengebu2

Perlahan, kubelai paha itu.. lembut.. kusingkap Celana Dalam itu samapi kebetisnya.. wah belahan pantatnya bagus sekali putih mulus. Kontolku langsung tegang apa yang harus kulakukan.. aku semakin kencang meremas2 pantatnya dan tak ada reaksi apapun dari Melani, Aku bener-bener terangsang melihat pemandangan indah itu,

Dan tampaklah gundukan memeknya berwarna kemerahan. Akhirnya pelan-pelan kujilati memek itu dengan rasa was-was takut Melani bangun. “Sllrrpp.. mmffhh.. sllrrpp..” ternyata memek enak juga, ditambah jembut2 melani yang lebat membuatku semakin selera,

Celana Dan Bajuku sudah kulepaskan semua hingga kontolku yang tengang itu mengacung bebas. Kontolku sudah tak tahan lagi segera kubenamkan ke memek Melani. Akhirnya Kontolku berhasil masuk. “Aaahhh..” hangat rasanya.. sempit.. tapi licin… ternyata melani merasakan juga horny memeknya terasa basah, kugenjot pelan2 dia.. naik turun pelan lembut.. tapi ternyata nggak sampai lima menit. Aku begitu sange berat dengan toketnya dan memeknya yang tembem, sehingga pertahananku jebol. !Crroott.. ccrroott.. sseerr.. ssrreett..! kumuntahkan maniku di dalam memek Melani. Aku merasakan pantatnya sedikit tersentak. Setelah habis maniku, pelan-pelan dengan dag-dig-dug kucabut penisku.

“Kang seno Kok udahan sih? Mela masih nangung nih” Nada suara Melani pelan terpata2
“Aa..hh Mmhh Kamu kenikmatan yh?” tanyaku
“Iyahh Akang, Kenapa akang Entot memek Melani sih”, katanya
“Iyah abisnya kamu Sexy banget sih, Akang jadi nggak tahan” Dia bangkit dan menatap mataku dalam2 dan mendekatkan wajanya
“Akang lanjutin yah, Meli masih pengenn”, katanya sambil melumat bibirnku dan tangannya meraba kontolku sambil di kocoknya
“Ohh Melaanii!! Memek kamu bener2 enakk” bisikku ditelinganya

Bibirku dan bibirnya saling berpangutan ditambah lagi lidahnya yang terus2 berjuang untuk masuk kedalam mulutnya lalu melilit2 lidahku, Lidah kami saling berbelit semakin bringas dan nafsu. aku meremas2 payudaranya yang sintal dan kenyal dipadu dengan putingnya yang berwarna kemerahan, Aku menyudahi permainan lidah dan turun kearah payudaranya yang putih dan mulut kuhisap putingnya yang memmbersar Melani hanya mendesah2

“Aahss Kang Seno, Aaahs Ennakk ituu yahh” Rancau Melani.
“mmhh Mmmhhh”
“SSshh.. ahh.. Sennoo… iya.. gitu.. he-eh.. Mmmffhh.. sshh.. aahh” Melani merintih menahan nikmat. Akupun menikmati memeknya yang ternyata bener-bener becek. Aku suka sekali dengan cairannya.
“Itilnya.. dong.. Akangg.. mm.. IYAA.. AAHH.. KENA AKU.. AMPUUNN Aaknnngggg.”

Melani makin keras merintih dan melenguh. Goyangan pinggulnya makin liar dan tak beraturan. Kami kemudia berganti posisi dengan gaya 69. Kulumat itil memeknya yng rasaku sudah menbesar karena sange berat dan memeknya terasa hangat becek merah merekah. Lidahku kumasukkan ke dalamnya sambil terus menghisap clitorisnya. Setiap hisapan mulut melani dikontolku terasa sangat nikmat sekali ditambah lagi lidahnya yang begitu liar membuat spermaku ingin keluar lagi

“Mbak.. mau keluar nih..” kataku.
Tapi Melani tidak mempedulikan ucapanku dan makin ganas mengulum batang penisku. Aku makin tidak tahan dan.. !crrootts.. srssrreett.. ssrett..! spermaku muncrat di mulut Melani. Dengan rakusnya Melani mengusapkan spermaku ke wajahnya dan menelan sisanya.

“Akangg.. kamu ngaceng terus ya.. Mbak belum kebagian nih..” pintanya.
Aku hanya bisa mmeringis menahan geli, karena Melani melanjutkan mengisap penisku. Anehnya, penisku seperti menuruti kemauan Melani. Jika tadi langsung lemas, ternyata kali ini penisku dengan mudahnya bangun lagi.

Tiba-tiba Melani menbalikan tubuhku dan berdiri lalu jongkok diatas pahaku tepat dibawha kontolku.
“Sayang gantian aku yang goyangin kamuu yah, Kamu harus muasin aku” perintahnya.
Aku menuruti perintahnya dan terperangah melihat pemandangan indah di depanku. Buah dada itu membusung tegak. Kuperkirakan ukurannya 36B. Puting merah kecoklatan, sewarna kulitnya. Puting itu benar-benar tegak ke atas seolah menantang kelelakianku untuk mengulumnya. Segera Mbak Lala berlutut di atasku, dan tangannya membimbing penisku ke lubang memeknya yang panas dan basah. Bless.. sshh..

“Aduhh.. Aakngg.. tititmu keras banget yah..” rintihnya. karena kontolku langsung masuk memenuhi lunbang memeknya
“Iyah nih memek kamu juga sempit banget enak kalau dijepit2” kataku sambil menekan keatas agar kontolku masuk seutuhnya

Melani dengan buasnya menaikturunkan pantatnya, sesekali diselingi gerkan maju mundur. Bunyi gemerecek akibat memeknya yang basah makin keras. Tak kusia-siakan, kulahap habis kedua putingnya yang menantang, rakus. Melani makin keras goyangnya, dan aku merasakan tubuh dan memeknya makin panas, nafasnya makin memburu. Makin lama gerakan pinggul Melani makin cepat, cairan memeknya membanjir, nafasnya memburu dan sesaat kurasakan tubuhnya mengejang.

“MMFF.. SSHSHH.. AAIIHH.. OUUGGHH.. AAKANNG.. Akuu KELUAARR.. AAHHSSHH..”
Melani menjerit dan mengerang seiring dengan puncak kenikmatan yang telah diraihnya. Memeknya terasa sangat panas dan gerakan pinggulnya demikian liar sehingga aku merasakan penisku seperti dipelintir. Dan akhirnya Melani roboh di atas dadaku dengan ekspresi wajah penuh kepuasan. Aku tersenyum penuh kemenangan sebab aku masih mampu bertahan..

Lalu Melani beristirahat sebentar. Kedua kakinya mengangkang, punggungnya agak ditarik ke belakang dan kedua tangannya menyangga tubuhnya.
“Akangg, ayo cepet masukin lagi. Itil Mbak kok rasanya kenceng lagi..” pintanya setengah memaksa.
Perlahan penisku kugosok-gosokkan ke bibir memek dan itilnya. Memek Melani mulai memerah lagi, itilnya langsung menegang, dan lendirnya tampak mambasahi dinding memeknya.
“SShh.. mm.. Akang.. eennak tauu! Aahh Aahhh eennakk Aaa kamu jail banget siicchh.. oohh..” rintihnya.
“Masukin aja, yang.. jangan siksa aku, pleeaassee..” rengeknya.

Perlahan kumasukkan penisku yang memang masih tegak ke memeknya yang ternyata sangat becek dan terasa panas akibat masih memendam gelora birahi. Kugoyang maju mundur perlahan, sesekali dengan gerakan mencangkul dan memutar. nafasnya makin memburu, tubuhnya makin gemetaran. Tak lupa jari tengahku memainkan dan menggosok clitorisnya yang ternyata benar-benar sekeras dan sebesar kacang.

Gerakan jariku di itilnya makin kupercepat, Kakinya mulai kejang dan gemetaran, Lubang memek itu makin becek, terlihat lendirnya meleleh dengan derasnya,
an nafas Melani tiba-tiba tertahan diiringi pekikan kecil.. dan ssrr.. ceerr.. aku merasakan ada cairan hangat muncrat dari memeknya.

“Kamuuu.. udah keluar?”, tanyaku.
“Beluumm.., nih ayo sayang.. masukin kontol kamu.. aku hampir sampaaii..” erangnya.
Rupanya Melani cuman meringis menahan kenikmatanya belu orgasme sesungguhnya

rasanya kontolku mendesak ingin keluar, dan segera saja memompa memek Melani sekuat tenaga dan secepat aku mampu, sampai akhirnya..

“Aakkkanng Senoo.. AKU KELUAARR.. OOHH.. SAYANG.. MMHH.. AAGGHH.. UUFF..”, Melani menjerit dan mengerang tidak karuan sambil mengejang-ngejang.
“Mbak.. aku mau muncrat nich..” kataku.
“Keluarin sayang.. ayo sayang, keluarin di dalem.. aku pengen kehangatan spermamu sekali lagi..” pintanya sambil menggoyangkan pinggulnya, menepuk pantatku dan meremas pinggulnya.
Seketika itu juga.. Jrruuoott.. jrroott.. srroott..
“Sayanngg. MBAAKK.. OOGGHH.. AKU MUNCRAT MBAAKK..” aku berteriak.
“Hmm.. ayo sayang.. keluarkan semua.. habiskan semua.. nikmati, sayang.. ayo.. oohh.. hangat.. hangat sekali spermamu di rahimku.. mmhh..” desah Melani manja menggairahkan.


CLICK VIDEO >>> STREAMING BOKEP <<< CLICK VIDEO

CERITA SEX - MESUM-HOT-RAYUAN-MAUT-BERAKHIR-NGEWE


Cerita Seks, Cerita Dewasa, Cerita Bokep, Cerita Mesum, Cerita Porno, Cerita Sex Sedarah, Cerita Hot, Cerita Panas, Cerita Sange, Cerita Sex, Memek Perawan, Cerita Sex Selingkuh, Cerita Sex Tante, Cerita Sex Kakak, Cerita Sex Abg, Cerita Pemerkosaan, Tante Kesepian, Cerita Sex Pembantu, Cerita Seks Dewasa , Cerita Dewasa Tante, Cerita Dewasa Tante Girang , Cerita Sex Anal, Cerita Sex Tetangga , Cerita Dewasa Spg, Cerita Dewasa Janda, Cerita Sex Sekolah,   Cerita Dewasa Sange, Cerita Dewasa Binal, Cerita Sex Psk, Cerita Dewasa Threesome, Cerita Dewasa Desahan, Cerita Dewasa Perkosa, Cerita Nakal,