CERITA SEX – MEMEKKU DENYUT KARENA SANGE BERAT || CERITANAKAL.ORG

CERITA SEX-MEMEKKU-DENYUT-KARENA-SANGE-BERAT
CERITA SEX-MEMEKKU-DENYUT-KARENA-SANGE-BERAT

CERITA SEX  MEMEKKU DENYUT KARENA SANGE BERAT


CERITA SEX  MEMEKKU DENYUT KARENA SANGE BERAT  – Jam menunjukkan pukul 19.00 malam. Masih ada waktu 2 jam sebelum Gading datang. Kami belum pernah bertemu muka. Kami hanya bertemu online selama ini di ruang chat. Alasannya, ya karena aku tidak tinggal di kota yg sama dengannya.

Bisa ditebak.. pembicaraan kami sudah melewati masa-masa bla bla bla bla.. . Bukan hanya sekedar chat sex tapi juga sex yang memuaskan, yah walaupun hanya di chat. Akhirnya setelah sekian lama, akulah yg memberanikan diri datang ke kota nya. Sekalian jalan-jalan. Dan malam ini, Gading berjanji akan mengajakku makan malam bersama.

“Ting tong.. ting tong..”, tepat jam 8 malam suara bel kamar hotelku berbunyi. Aku segera menghampiri pintu dan saat kubuka.., Gading kulihat berdiri di depanku. Tampak gagah dan Tegak. Ternyata tidak jauh berbeda dari foto yg di kirimkannya ke emailku.
Sebaliknya, kulihat Gading tertegun dengan apa yang kupakai malam ini. Aku mengenakan gaun tipis abu-abu sepaha dengan tali kecil di pundak. Matanya masih tertegun melihat bercak 2 bulatan BH 34B di dadaku dan g-string yg tembus pandang tersorot lampu di gang.

“Silakan masuk..” kataku sambil menarik tangannya dengan manja. Hanya saja Gading sepertinya tidak sabar dengan kedatanganku yang sudah ditunggu-tunggunya.
Tanganku ditariknya lembut, badanku dipeluknya dengan hangat. Hingga wajahku tepat berada di depan wajahnya.
“Aku kangen banget sama kamu, sayang” ucapnya sambil berniat menciumku. Aku berusaha menjauh, tapi tak kulepas dekapannya.

Kututup bibirnya dengan telunjukku.
“Eiittttt.. sabar dong, ding. Masak mau serobot aja sih. ” aku mengerling nakal padanya. Dan kuajak ke sofa di kamarku.
Kubiarkan dia duduk di sana dan bukan di tempat tidur yang terbentang di depan kami.
“Mau minum apa? Aku hanya punya bir dan coca cola kaleng,” ucapku seraya melangkah ke kulkas.

“Bir saja, enak minum bir dengan wanita cantik seperti kamu,” Gading mulai sadar rupanya.. hingga bisa berbicara lebih banyak.

Aku tersenyum mendengar ucapannya. Aku ambil bir buatnya. Aku duduk di sebelah kanannya. Saat kuteguk minumanku, kaki kananku kusilakan di atas kaki kiriku. Karena bajuku tidak seberapa panjang, terbuka deh pahaku. Walaupun Gading juga sedang menegak minumannya, matanya tidak henti-hentinya melihat pahaku yg putih mulus.

“Kamu cantik sekali, Fera,” tangannya mulai berkelana. Kali ini mengusap-usap pahaku. Dan menggeser badannya.
“Kamu juga ganteng,” bisikku manja di telinganya.
Semakin tidak sabaran dia. Nafasnya kudengar sudah tidak teratur. Kaleng bir kami pun ditaruhnya di atas meja kecil sebelahnya.

“Aku kangenn banget sama kamu. Aku ingin ‘telen’ kamu.. Fer” gitu istilah Gading jika ingin mulai main.
Kecupan kecil mendarat di bibirku. Aku balas dengan lembut. Kecupannya berubah menjadi ciuman yang lebih bernafsu. Lidahnya bermain-main dengan penuh nafsu di mulutku diikuti dengan nafasnya yang tak tertahankan. Begitu lincahnya membuat aku pun mulai terangsang, kubalas juga dengan permainan lidahku di mulutnya. Kehangantan meliputi kami berdua. Duduk kami semakin mendekat. Tangan kanannya memelukku dg lembutnya. Tangan kirinya sudah mulai berjalan lebih jauh di pahaku.

“hmm.. hmm..” desahku seirama permainan lidah kami. Kulingkarkan kedua lenganku di lehernya.
“Aku kangen kamu juga, Ding” di sela-sela permainan lidah kami.
Hingga akhirnya Gading tak tahan, dan dengan perlahan namun pasti Gading membuka gaunku tanpa mengurangi kehangatan kami. Sekarang tinggal bra tanpa tali dan g-string putihku. Kulihat matanya terpukau dengan pemandangan di depannya.

“Bikin kamu tambah kepingin, ya ding,” kerlingku nakal.
“Iya, sayang..” jawabnya sambil tangannya mulai menjelajahi lipatan gunungku.
Dielusnya, dipandangnya, dielusnya lagi dan dikecupnya bra ku. Ahh.. lembutnya.
“Kita ga jadi makan malam, ding?” tanyaku mangingatkan.
“Ga laper aku, aku lebih laper kamu..” senyumnya.

Sambil perlahan berdiri, aku tarik tangannya. Dengan isyarat mataku, Gading tahu aku minta dia berpindah ke tempat tidur. Kudorong dia, mengisyaratkan supaya dia berbaring di tempat tidur. Kubiarkan dia bertanya-tanya dalam hati. Dengan pakaian yang lengkap kubiarkan dia berbaring. Aku naik juga ke tempat tidur, dengan hanya mengenakan bra dan g-string. Kucium lembut bibirnya.

Perlahan aku buka kancing kemejanya. Dibantunya aku dengan sedikit mengangkat badannya, hingga aku bisa melepaskan kemejanya dengan mudah. Di hadapanku sekarang terbentang dada bidangnya. Kucium perlahan dadanya. yang kiri .. yang kanan. Aku tak tahu apa yg dirasakannya. Yang kutahu tangannya mengelus-elus lembut rambutku.

“Mety.. enak sayang..” lidahku meneruskan perjalanannya.

Sedikit ke bawah, jilatanku semakin membuatnya semakin gemas mengusap-usap rambutku. Perutnya pun tak lepas dari jilatanku.
“Kamu pintar ya..” bisiknya tertahan.
“Ngga, ah.. sabar dong..” aku lanjutkan lagi kecupanku. Aku kecup tonjolan itu. Cup..cup..cup.. Aku tersenyum lebar, sewaktu kulihat matanya memohon dengan sangat.
“Tunggu ya.. aku pingin kecup dari luar dulu.” Aku kecup lagi.

“Fera nakal ya.. buka dong, sayang. Aku ngga tahan, nih” Akhirnya kubuka ikat pinggangnya. Dan resletingnya.
Kulirik lagi, matanya sudah semakin memohon. Akhirnya kubuka celana panjangnya.
Terpikir lagi keinginan untuk mengganggunya. Kubiarkan CD nya. Kukecup lagi tonjolannya yang sudah semakin besar itu. Ahh.. kalo mau jujur, aku juga sudah tidak tahan melihatnya. Ingin kutelan rasanya. Tapi aku ingin mengganggunya juga.. hehe.. Aku masukan tonjolan itu ke mulutku. Kukulum perlahan. Ahh.. gerakannya semakin tak karuan.

“Fera.. buka sayang, bukaa..” Aku buka juga akhirnya. WOW.. besaarr sekalii.. aku tak percaya mataku. Dengan tak sabar kupegang batang besar itu. Aku usap-usap.
“Suka sayang?” tanya Gading.
“Suka banget. Punyamu besar banget, ding” Aku jilat-jilat pinggirannya.
Dari atas ke bawah, Aku balik lagi dari bawah ke atas. Sesekali kurasakan gerakannya yg semakin tak henti.
“Enakk sayangg.. teruuss..” pintanya.

Kujilat belahannya. Lidahku bermain-main di sana. Membuat gerakan nakal. Semakin cepat, seirama kocokan tanganku yang juga semakin cepat. Aku masukan kepalanya ke mulutku. Sesekali lidahku bermain di belahannya.

“Aghh.. enakk..” Aku semakin menjadi-jadi mendengar erangannya.
“srrpp.. srpp..” Aku mainkan juga lidahku di dalam sana.
“Aghh.. enak sayang. Enak banget. Kamu pinterr.. terus sayang..” erangnya.

Kulepas lagi.. kali ini tanganku yg bermain. Kukocok perlahan, perlahan dan akhirnya lebih cepat. Matanya terpejam menahan gejolak yg ada. Kutahu.. pasti dia tidak mau keluar sekarang. Hehe.. dasar cowok. Aku mau kerjain lagi ahh..

Kulepas batangnya. Gading terkaget-kaget.
“Kok udahan, sayang. Aku belum puas nih..” aku hanya tersernyum.
Aku kecup bibirnya dan memintanya untuk berlutut di ujung tempat tidur. Gantian aku yang merebahkan tubuhku di hadapannya.

“Mainkan penismu, Ding.. kocok-kocok sendiri ya. Aku suka liat cowok mengocok penisnya. ” Dia mengerti maksudku.

Aku memang suka bangeett. Hadiahnya, aku juga mau beronani di hadapannya. Aku pejamkan mataku.. tanganku bergerilya di tubuhku. Tangan kiri dan kananku bermain di dadaku. Ahh.. enaknya sentuhanku sendiri.
Aku basahi jari telunjuk tangan kananku dengan memasukkan ke mulutku. Kubuka mataku, ingin kuliat apa yg sedang Gading perbuat. Ah gantengnya. Dengan penis yang sudah membesar, dikocok-kocoknya terus batangnya. Bikin aku semakin terangsang.

Aku masukan jariku perlahan ke mulutku.. kukulum jariku..kusedot. Kunikmati getaran yg ada.
“Ehmm..mhhmm..” sambil mendesah-desah, badanku kugoyangkan.
Kubasahi putingku dg jariku. Kulingkari putingku,
“Kamu nakal, yaa..” sahut Gading sambil mengocok penisnya. Matanya memancarkan kesenangan sekaligus, kelaparannya.. Kubasahi lagi sebelah buah dadaku. Kulingkari lagi..

“Uuughh.. ” erangku menahan sensasi.
Kemudian tangan kananku turun ke bawah.. ke perutku..
“Ughhghh..” badanku kuangkat sedikit ke atas.
“Terus sayang..” Gading tak tahan lagi menunggu jalannya tanganku.
Kuturunkan lagi. Ke atas g-stringku. Kugosok-gosok perlahan. Sambil mendesah..
”mmhhmm..ehmm..” Kuselipkan satu jari ke baliknya.
“Aghh..”.. kurasakan memekku sudah basah.
Semakin mudahnya aku memainkan jariku di sana.
“Kasih liat dong sayang..” Gading memohon supaya aku membuka g-stringku. Aku semakin menjadi-jadi..

“Sabar dong, ding..” sambil jariku kumasukan ke memekku..
”AGGgghh..” oh nikmatnya.. tangan kiriku semakin gencarnya meremas-remas buah dadaku.
Akhirnya kubuka g-stringku. Kuturunkan perlahan. Sampai di lututku..
”Bukain dong, ding..” dengan cepat ditariknya g-stringku.
“Ngga tahan ya..” kerlingku lagi. Kubuka pahaku lebar-lebar. Biar Gading bisa melihat lebih jelas. Kumasukkan jari telunjuk kananku ke memekku. “Aaagghh..nikmat..” maju mundur.. pelan-pelan. Kunikmati sensasi …
…yg ada. Memekku semakin basah. Kutambahkan jariku, kali ini 2 jari.
“Aghh.. ” kugoyangkan badanku.

Ketika jariku keluar, kuarahkan badanku ke jari. Ketika kumasukan kumundurkan badanku. Semakin licinn.. semakin dalamm.. semakin menggila kumasukan jarikuu..
“Oghh..Oghh..”

Tangan kiriku berpindah. Kugunakan jari kiriku memainkan klitorisku.
“aghh.. ” semakin lama semakin tak terbendung lagi.. kugerak-gerakkan terus jariku. Keluar masuk. Keluar masuk. Semakin cepat. Akhirnya..
“Ahh..” aku tak tahan lagii.. becek deh. Basah. Becek. Aku lemas..
Di ujung sana, Gading tersenyum puas melihat pemandangan tadi. “Kamu cantik sekali, sayang.. aku suka melihatnya.” Gading mendekatkan wajahnya ke wajahku.
“Masih mau aku?” tanyaku.
“Mau dong sayang..” Kami berciuman lagi.
Penisnya yg besar, terasa di belahan pahaku. Kadang terasa menyenggol memekku.

Gading tahu sekali menghidupkan gariahku kembali. Nakal dia, di awal-awal chat kami, dia menyelidiki apa yang aku suka.
“mmhh..hmm.” desahku merasakan lembut ciumannya. Ciuman Gading berpindah ke leherku, dijilatnya leherku, yg semakin membuat aku terangsang.
“Gadinggg..”
“Ya sayang..”

“Aghh..” kurasakan buah dada kiriku basah oleh jilatannya.
Sementara yg kanan diremas-remas olehnya.
“Enak, Ding..” dijilatnya yg kanan, dan yg kiri diremas-remasnya.
“Gading. teruss.. turun sayang..” Mukanya terangkat..
“Sabar dong sayang..” gantian lirikan nakalnya menggangguku.
“Kamu jahatt.. ” ujarku sambil mengelus-elus kepalanya.
Jilatannya semakin turun. Perutku kena gilirannya. Diputar-putar lidahnya di pusarku.
“Aghh..” semakin turun lagi. Dibukanya pahaku lebih lebar. Jarinya membuka memekku. Kurasakan klitorisku dijilatnya lembut..

“Ughh.. enak sayang..” Dikulumnya hangat.
Semakin lama semakin cepat.
“Gading.. enakk..” bukan lagi klitorisku yg dijilatnya.
Semakin ke bawah.. memekku dibukanya dengan kedua jarinya. Supaya lidahnya bisa masuk leluasa..”Oughh.. ennaakk .. entott aku sayang oughghhh..” pantatku melonjak-lonjak kenikmatan.

Dimasukkan lagi lidahnya lebih dalam, bikin aku semakin tak kuasa menahan gerakan pinggulku.
“Enak ding.. ohh..oh.. enak Gading..” Gading semakin bernafsu mendengar eranganku.
Sodokan lidahnya semakin menjadi-jadi. Biarpun badanku tak bisa diam,Gading tak perduli..
“Gading.. enak bangett..teruuss” pantatku sedikit diangkatnya.

Sekarang bukan hanya memekku yg dijilat tapi juga lubang anusku. Dijilatinya memutar lubang anusku. Sensasinya berbeda sekali. Jilatannya kembali ke memekku. Dengan posisi memekku agak di atas, dimasukannya memekku ke dalam mulutnya.
Aku kaget sekali tapi enakk..

“Gadinggg.. kamu apain memekku..” Gading tak menggubris, semakin dilahapnya memekku.
Diisep, dijilat, trus diisep lagi .. disedotnya klitorisku dengan sedotan yg wo www.. aku ga tau lagi apa perasaanku yg ada aku menjeritt..
“Agghh.. Gading..” kurasakan cairan hangat keluar dari memekku. Gilaa.. lemes aku.
Tapi Gading ngga mau menunggu lama lagi. Ditindihnya tubuhku. Dibukanya pahaku. Didekatkannya batangnya ke lubang memekku. Digesek-gesek..
“ouhh..” dimasukkannya perlahan-lahan ..
“Aahh..” rintihku.

Kupejamkan mataku menikmati. Tak lama kontol Gading pun ambles semua ke memekku
“Achh.. enakk..teruss dingg..” Gading menggerak-gerakkan badannya. Didorongnya dengan cepat..
“AAagghh.. yg cepat win.. yg keras.. ” pintaku.
Gerakannya semakin cepat. Dorongannya pun semakin keras, hingga badanku ikut terdorong.
“Ooohh enakk.. teruuss..” penisnya terasa nikmat.
“Enak sayangg..?” .
“Iya.. teruss ding..”
Aku semakin menggila, kakiku kuangkat dan kulipat mengelilingi pinggangnya. Kujepit lama takkala Gading mendorong masuk.
“Ohh..” Gerakannya bukan hanya semakin keras tapi juga semakin cepat.

Tubuhku juga semakin cepat bergerak mengikuti iramanya.
“Aghh.. Ferr, memek kamu Basahh sekali..” kali ini bukan hanya eranganku, tapi juga erangannya.
“Punyamu juga enak, sayangg..”
Tak disangka, Gading mencabut penisnya dan mengubah posisiku ke doggy style. Sleebb.. penisnya menembus memekku yang basah kuyup.
“Oughh.. ennaakk sayangg..” kuputar-putar pantatku mengimbangi permainannya.
“Feraaa. gila kamuu..”
“.. Tekann memekku Yang dalamm Ding. ough ahhhhh ahhhh.” Gadingg menekan dalam dalam kontolnya, samapi aku mendesar keras dan mengerang tak karuan..
”Agghh.. memek kamu Sar..becekk.. enak ngentot sama kamu sayangg..aghh..” kata-katanya sudah tak beraturan.

Badannya terus bergerak. Mendorong penisnya yg uenakk banget. Dikecupnya punggungku, diremasnya buah dadaku. Semakin membuatku ke puncak kenikmatan..
“Gadinggg.. aku mau keluaar..”
“Tunggu sayangg.. tahan bentarr..” gerakannya semakin cepat dan semakin liar
“Aghh..” erangannya semakin tak karuan. Semakin cepat, semakin liar.. aku semakin tak tahan..
“Dingg.. ” bersamaan.. jeritanku berpadu dengan jeritan keras Gading..
“Achh.. aku keluar sayangg.. achh..” kurasakan cairan hangat membasahi memekku berpadu dengan cairanku.
Lemasnya lemasnya..

Tubuh Gading memeluk erat tubuhku yg menjatuhkan diri ke tempat tidur. Aku balikkan badanku. Kupeluk dia dengan hangat dan senyum yg memuaskan..
“Makasih sayang. Kamu sudah memuaskan aku.” gading mengecup keningku.
“Ternyata kamu seperti yg aku bayangkan. Cantik dan liar di tempat tidur. Aku sayang kamu, Ferr”. Kamipun berpelukan, lupa akan janji kami malam itu, untuk merayakan pertemuan kami dengan makan malam bersama.
Lagipula sudah jam 1 dini hari. Tak kusangka selama itu kami bermain.


CLICK VIDEO >>> STREAMING BOKEP <<< CLICK VIDEO

CERITA SEX-MEMEKKU-DENYUT-KARENA-SANGE-BERAT


Cerita seks, cerita dewasa, cerita bokep, bokep, cerita porno, cerita ngentot, cerita hot, cerita panas, cerita mesum, cerita desahan hot, ngentot hot, Cerita dewasa desahan, cerita sex tante tetangga rumah, cerita sex desahan hot, cerita desahan, cerita sex abg indo, cerita tante, cerita sex tante, cerita sedarah, cerita porno,  cerita sex pacar, ngentot paksa, cerita sex anal, cerita, cerita sex tentangga, cerita sex remaja, kisah bokep abg, cerita sex sekolah, cerita sex asia, bokep jepang, bokep mesum, bokep hot, bokep abg, bokep sma, bokep perawan, bokep tante, streaming bokep, bokep sange, bokep online, cerita sex ngentot, cerita sex sedarah, cerita sex bergambar, cerita sex terbaru, cerita sex artis, cerita sex pembantu, cerita sex jilbab, cerita sex perawan, cerita sex indonesia, cerita sex panas, cerita sex 18+, cerita sex memek, , cerita sex ibu, cerita sex mama