CERITA SEX – KETAHUAN NGOCOK DENGAN TANTE || CERITANAKAL.ORG

CERITA SEX-KETAHUAN-NGOCOK-DENGAN-TANTE
CERITA SEX-KETAHUAN-NGOCOK-DENGAN-TANTE

CERITA SEX – KETAHUAN NGOCOK DENGAN TANTE || CERITANAKAL.ORG


CERITA SEX – KETAHUAN NGOCOK DENGAN TANTE – Aku seorang karyawan yang bernama Arman yang ketika itu sedang menonton Film porno di pergoki oleh tante bernama Tante Cinta, dari hal itu tidak disangka Arma bisa menikmati tubuh sintal dan mulus Tante Cinta. Ingin tahu kelanjutan ceritanya,

Panggil saja namaku Arman, Aku adalah seorang pria lajang berumur 23 tahun yang berkerja di salah satu perusahaan asing di daerah Depok, Jakarta. Sebagai Pria lajang, dulunya saya tinggal bersama orang tuaku di perumahan Komplek Militer. Namun karena aku adalah seorang Pria yang sudah dewasa, maka akupun memutuskan untuk hidup mandiri.

Sungguh memang sudah rezekiku, ketika aku memang bermaksud untuk tinggal sendiri kebetulan saudaraku menawarkan aku untuk menghuni apartemen miliknya, karena dia akan dibawa untuk tinggal bersama suaminya ke Bandung, Jawa barat. Pada hari pertama aku akan tinggal di apartemen itu, maka aku harus lapor kepada Pengurus Apartemen.

Setelah melapor aku dimintai untuk ikut menjaga adik perempuan ketua pengurus apartemen yang kebetulan adiknya tinggal di sebelah kamar apartemen saudaraku, adik perempuan ketua pengurus apartemen itu ternyta bernama Tante Cinta. Singkat cerita Hari kedua akupun orang baru mulai mencoba berkenalan dengan Tante Viana.

Dan ternyata setelah berkenalan ternyata beliau tidak terlalu tua, dan jika aku perkirakarakan usianya sekitar 31 tahunan. Tante Cinta ini tipe wanita yang ramah dan baik sekali.Aku sedikit heran, Karena pada usianya yang sudah terhitung matang sekali tante Viana belum juga menikah.

Ya mungkin saja Tante Cinta punya masih focus dengan karirnya, Tante Cinta ini mempunyai 2 pembantu, yang satu supir dan yang satu asisten rumah tangga di apartemennya.
Sampai pada suatu hari Tante Cinta menitipkan kunci Apartemen-nya karena pada saat itu pembantu dan supir-nya sedang cuti karena pada saat itu hari raya idul fitri. Sehingga beliau tingal di rumah kakaknya di lantai 12. Tante Cinta mempuyai perawakan Tinggi badan sekitar 166 cm, mempunyai pinggul yang besar, pantat yang bulat, pinggang yang ramping, perut singset dan ukuran Bra sekitar 36B.

Hal itu bisa dimiliki oLeh Tante Cinta karena Tante Cinta rajin senam aerobic, fitness, dan renang yang diikutinya secara rutin. Dengan wajah cantik dan warna kulit yang putih bersih, wajarlah jika Tante Cinta menjadi impian banyak lelaki baik-baik maupun lelaki hidung belang.

Hingga pada suatu sore, saat saya pulang kerja saya mendengar ada ketukan pintu di apartemenku , kemudian saya intip dari lubang pintu ternyata Tante Cinta,
“ Iya sebentar, oh ada tante ada yang bisa saya bantu tante ??, ” ucapku sambil membuka pintu.
“ Nggakk ada surat atau tagihan kartu kreditku nggak dari Front Office depan?, ” jawab Tante Cinta.
“ Sepertinya ngga ada tante, ” jawabku
“ Eh aku numpang ke kamar mandimu ya, ” sambil meringis, mungkin dia udah kebelet.
“ Silahkan tan tapi kamar mandinya ngga sebersih punya tante lho, ” ucapku sambil tertawa.
“ Ngga apa apa, ” jawabnya.
Baru aku sadar bahwa Tante Cintaa memakai baju training tipis berwarna abu abu, dan membuat lekuk tubuhnya tercetak
“ Abis lari ya tan, ” tanyaku.
“ Iya tapi nyari kamar mandi susah mana liftnya lama lagi, ” ujar Tante Cinta.

Aku baru teringat, Yah ampun tadi kan aku lagi nonton film porno di laptop memang kebetulan mau onani sih maklum belum ada pacar. Mati gue ketahuan dah sama Tante Viana. Ah bodo amat bodo amat kaya dia ngga pernah muda aja.
“ Hayo kamu tadi lagi ngapain Man? tanya si tante.
“ Ngga ngapa-ngapain kok Tan, ” jawabku sambil senyum balik.
Dan tanpa saya sadari tiba-tiba dia mengangkat tangan saya,

“ Arman, ” ujarnya tiba-tiba dan terlihat agak sedikit ragu-ragu.
“ Ya Tante ?, ” Jawab saya.
“ Kamu sering ya nonton film itu di kamar mandi ?, ” tanya dia.
“ Iya sih tan. Maklum tan belum punya pasangan ?, ” jawab ku terpaksa.
“ Terus pake sabun ya ?, ” ucap Tante Cinta sambil tertawa.
“ Iya tan, udah ah aku jadi malu ditanya terus, ” Tegasku sambil ngomel.
“ Jangan marah dong , biasa lagi bujangan yang penting jangan main pelacur,nanti kena penyakit, ” jawab Tante Viana.

“ Eee… mau , dibantuin Tante nggak ?, ” sambungnya.
“ Maksud tante ?, ” Tanyaku.
Wah ibarat ada lanjutan dari film ku tadi nih. Kayaknya si tante horni abis,
“ Iya kamu nonton bareng tante kan biar ngga malu lagi, ” sambil melayang tangan Tante Viana ke selangkangan ku.
“ Sana ambil laptop mu, ” ucapnya.

Langsung aku menuju kamar mandi membawa laptop yang tersetel bokep tadi”
Saya selidiki tiap likuk tubuhnya yang masih terbalut baju training dan kemudian Tante Cinta melepas atasannya sehingga terlihat tanktop tipis Putih yang agak transpran, sehingga dengan leluasa mataku melihat Pentil susunya yang menyembul keluar, karena dia tidak memakai Bra. Tanpa kusadari, di antara degupan jantungku yang terasa mulai keras dan kencang.

Saat itu kelaminku juga sudah mulai menegang. Dengan santai dia duduk tepat di sebelahku, dan ikut menonton Film blue yang sedang berlangsung,
“ Cakep-cakep juga yang main, ” akhirnya dia memberi komentarnya.
“ Dari kapanMan mulai nonton film beginian ?, ”tanyanya.
“ Udah dari dulu Tante, ” ucapku.
“ Mainnya juga bagus dan tidak kasar. Arman udah tahu rasanya belum ?, tanya dia lagi.
“ Ya sempet sih tan waktu di rumah sakit sama suster, ” ucapku.
“ Wah enak dong lagi sakit di servis suster, ” tanggapanya.
“ Iya tapi udah lama tan udah lupa rasanya, tapi kata temen-temen sih enak.
“ Emang kenapa Tante, mau ngajarin saya yah? Kalau iya boleh juga sih, ” ucapku.
“ Ah Man kok jadi nakal yah sekarang, ”, ujarnya sambil mencubit lenganku.
“ Tapi bolehlah nanti Tante ajarin biar kamu tahu rasanya, ”, tambahnya dengan sambil melirik ke arahku dengan agak menantang.

Tidak lama berselang, tiba-tiba Tante Cinta menyenderkan kepalanya ke bahuku. Tapi aku hanya bisa pasrah saja oleh perlakuannya. Sebentar kemudian tangan Tante Cinta sudah mulai mengusap-ngusap daerah tubuhku sekitar dada dan perut.
Jujur, karena baru kali ini aku diperlakukan oleh seorang wanita yang usianya diatasku. Kemudian Tante Cinta mulai menciumi leherku, lalu turun ke bawah sampai dadaku. Sampai di daerah dada, dia menjilat-jilat ujung dadaku.

Tangan kanan Tante Cinta juga sudah mulai masuk ke dalam celanaku, dan mulai mengusap-usap kelaminku. Aku mulai memberanikan diri untuk meraba celana yang dia pakai. Aku remas payudaranya dari luar tanktop, dan aku remas-remas, terkadang aku juga mengusap Puting tersebut dengan ujung jariku,
“ Sssss… Oughh… ya situ, ” ucapnya setengah berbisik.

Tiba-tiba dia memaksa lepas celana pendekku, dan diusapnya kelaminku. Akhirnya bibir kami saling berpagutan dengan penuh nafsu yang membara. Dan dia mulai menjulur-julurkan lidahnya di dalam mulutku. Sambil berciuman tanganku mulai bergerilya melalui celana trainingnya yang aku pelorotkan ke bawah.

Sesampai-nya pada celana dalamnya, rupanya sudah mulai menghangat dan agak lembab. Aku melepaskan celana dalam Tante Cinta. Satu persatu kami membuka baju, sehingga kami berdua menjadi telanjang bulat. Kutempelkan jariku di ujung atas permukaan Vagina-nya.
Dia kelihatan agak kaget ketika merasakan jariku bermain di daerah seputar clitoris-nya.
“ Aghhh… Ssssss… Oughhh… terus Man, terus, ” ucap lirih Tante Viana.
Ketika jariku terasa mengenai akhir lubangnya, tubuhnya terlihat agak bergetar,
“ Eughhh… Man terus, Aghhh… Sssss… Aghhh… enak, sebentar lagi, Oughhh…, ” ujar Tante Viana.
Seketika itu pula dia memeluk tubuhku dengan sangat erat sambil menciumku dengan penuh nafsu.

Yang taklama dia mengalami Orgasme. Beberapa saat tubuhnya mengejang-ngejang menggelepar dengan hebatnya. Yang diakhiri dengan terkulainya tubuh Tante Cinta yang terlihat sangat lemas di sofa,
“ Aku kapan Tante, kan aku belum dienakin sama Tante?, ” tanyaku.
“ Nanti dulu yah sayang, sebentar, Tante istirahat sebentar aja, ” ucap Tante Cinta.

Tapi karena sudah sangat terangsang, kuusap-usap bibir Vagina-nya sampai mengenai clitoris-nya, aku dekati payudaranya yang menantang itu sambil kujilati ujungnya, sesekali Sehingga rupanya Tante Viana juga tidak tahan menerima paksaan rangsangan-rangsangan yang kulakukan terhadapnya.
Sehingga sesekali terdengar suara erangan dari bibirnya.

Aku usap-usapkan kontolku yang sudah sangat amat tegang di bibir Memek-nya sebelah atas. Sehingga kemudian dengan terpaksa dia membimbing batang kemaluanku menuju lubang Vagina-nya. Pelan-pelanku dorong kontolku agar masuk semua.
Kepala kontol-ku mulai menyentuh bibir Memek Tante Cinta,
“ Sssss… Aghhhh…. ” rasanya benar-benar tidak bisa kubayangkan sebelumnya.

Baru masuk kepalanya saja aku sudah tidak tahan, lalu Tante Cinta mulai menarik pantatku ke bawah, supaya batang Batangku yang perkasa ini bisa masuk lebih dalam.
Bagian dalam Memek-nya sudah terasa agak licin dan basah, tapi masih agak seret, mungkin karena sudah lama tidak dipergunakan. Namun Tante Cinta tetap memaksakannya masuk,
“ Oughhhh… Arman, ” Desah Tante Cinta.

Saat itu rasanya memang benar-benar luar biasa walaupun kontolku agak sedikit terasa ngilu, tapi nikmatnya luar biasa. Lalu terdengar suara erangan Tante Cinta. Lalu Tante Cinta mulai menyuruhku untuk menggerakkan kontolku di dalam memek-nya, yang membuatku semakin gila.
Dia sendiri pun mengerang-ngerang dan mendesah tak karuan.

Beberapa menit kami begitu hingga suatu saat, seperti ada sesuatu yang membuat liang Vagina-nya bertambah licin, dan makin lama Tante Hilda terlihat seperti sedang menahan sesuatu yang membuat dia berteriak dan mengerang dengan sejadi-jadinya karena tidak kuasa menahannya. Lalu tiba-tiba kejantanan-ku terasa seperti disedot oleh liang senggama Tante Cinta.

Tiba-tiba dinding-dinding Pepek-nya terasa seperti menjepit dengan kuat sekali, bisa-bisa kalau begini terus aku bisa ngecrott cepet nih,
“ Sssss… Aghhhhhhhhhhhhhh… Tante Cinta lagi nih, ” ucapnya dengan keras.

Saat itu juga makin basahlah di dalam Memek Tante Cinta, tubuhnya mengejang kuat seperti kesetrum, ia benar-benar menggelinjang hebat, membuat gerakannya semakin tak karuan. Dan akhirnya Tante Cinta terkulai lemas, tapi Batangku masih tetap tertancap dengan mantap.
Aku mencoba membuatnya terangsang kembali karena aku belum apa-apa.

Tangan kananku meremas payudaranya yang sebelah kanan, sambil sesekali kupilin-pilin ujungnya dan kuusap-usap dengan ujung jari telunjukku. Sedang payudara kirinya kuhisap sambil menyapu ujungnya dengan lidahku,
“ Sssss… Oughhh… Aghhhh…, ” desah Tante Cinta sudah mulai terdengar lagi.

Aku memintanya untuk berganti posisi dengan doggy style. Aku mencoba untuk menusukkan Batangku ke dalam liang Memeknya, pelan tapi pasti. Kepala Tante Cinta agak menengok ke belakang dan matanya melihat mataku dengan sayu, sambil dia gigit bibir bawahnya untuk menahan rasa sakit yang timbul. Sedikit demi sedikit aku coba untuk menekannya lebih dalam.

Kelaminku terlihat sudah tertelan semuanya di dalam Memek Tante Cinta, lalu aku mulai menggerakkan kelaminku perlahan-lahan sambil menggenggam buah pantatnya yang bulat. Dengan gaya seperti ini, desahan dan erangannya lebih keras, tidak seperti gaya konvensional yang tadi.

Aku terus menggerakkan pinggulku dengan tangan kananku yang kini meremas payudaranya, sedangkan tangan kiri kupergunakan untuk menarik rambutnya agar terlihat lebih merangsang dan Sexy,
“ Sssss… Aghhh… Oughhh… terus Ndro… terus… Aghhh… Oughhh…, ” Tante Cinta terus mengerang.

Beberapa menit berlalu, kemudian Tante Cinta merasa akan orgasme lagi sambil mengerang dengan sangat keras sehingga tubuhnya mengejang-ngejang dengan sangat hebat, dan tangannya mengenggam bantalan sofa dengan sangat erat.

Beberapa detik kemudian bagian depan tubuhnya jatuh terkulai lemas menempel pada sofa itu.
Saat itu lututnya terus menyangga pantatnya agar tetap di atas, dan aku merasa Batangku mulai berdenyut-denyut dan aku memberitahukan hal tersebut padanya, tapi dia tidak menjawab sepatah kata pun. Yang keluar dari mulutnya hanya desahan dan erangan kecil, sehingga aku tidak berhenti menggerakkan pinggulku terus.

Aku merasakan tubuhku agak mengejang seperti ada sesuatu yang tertahan, sepertinya semua tulang-tulangku akan lepas dari tubuhku, tanganku menggenggam buah pantat Tante Cinta dengan erat, yang kemudian diikuti oleh keluarnya cairan maniku di dalam liang Vagina Tante Viana. Tubuhku terasa sangat lemas sekali.

Setelah kami berdua merasa agak tenang, aku melepaskan kelaminku dari liang nikmat milik Tante Cinta.
Dengan raca kecapaian yang luar biasa Tante Cinta membalikkan tubuhnya dan duduk di sampingku sambil menatap tajam mataku dengan mulut yang agak terbuka, sambil tangan kanannya menutupi permukaan Vagina-nya.

“ Wah kok ngga ditarik sih Man, nanti aku hamil lho ?, tanyanya dengan suara yang agak bergetar.
“ Maaf tan aku lupa abis keenakan sih, ” jawabku
“ Ya sudahlah… tapi lain kali kalau sudah kerasa kayak tadi itu langsung buru-buru dicabut dan dikeluarkan di luar ya ?, ” ujarnya menenangkan diriku yang terlihat takut.
“ I… iiya Tante, ” jawabku sambil menunduk.“ Ya santai aja aku sebenarnya udah minum pil kok Sayangg, ” jawan Tante Hilda.
Wah rupanya nih tante udah pengalaman dalam hal beginian, tapi ngga apa-apa dah gua belagak culun aja. Kemudian kami berpelukan di sofa, dan melakukan perbuatan itu sekali lagi tapi di kamar mandi. Doggie style terus bro, mantap.


CLICK VIDEO >>> STREAMING BOKEP <<< CLICK VIDEO

CERITA SEX-KETAHUAN-NGOCOK-DENGAN-TANTE


Cerita seks, cerita dewasa, cerita bokep, bokep, cerita porno, cerita ngentot, cerita sex hot, cerita panas, cerita mesum, cerita desahan hot, ngentot hot, Cerita dewasa desahan, Cerita sex tante tetangga rumah, cerita sex desahan hot, cerita desahan, cerita abg indo, cerita tante, cerita sex tante, cerita sedarah, cerita porno, ngentot pacar, ngentot paksa, cerita sex anal, cerita, cerita sex tentangga, kisah sex remaja, kisah bokep abg, cerita sex sekolah, bokep asia, bokep jepang, bokep mesum, bokep hot, bokep abg, bokep sma, bokep perawan, bokep tante, streaming bokep, bokep sange, bokep online, cerita sex ngentot, cerita sex sedarah

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.