CERITA DEWASA – TANTE AMEL LIBIDO TINGGI

CERITA DEWASA - TANTE-AMEL-LIBIDO-TINGGI
CERITA DEWASA - TANTE-AMEL-LIBIDO-TINGGI

CERITA DEWASA – TANTE AMEL LIBIDO TINGGI


CERITA DEWASA – TANTE AMEL LIBIDO TINGGI – Namaku Revan Aku sudah berumur 25tahun dan aku memiliki istri. Istriku berumur 23 tahun. Aku Bekerja dibidang pengankutan barang dipelabuhan besar, sedangkan Istriku bekerja sebagai Wiraswasta diperusahaan dan jarang sekali dirumah karena sibuk mengurusi perkerjaannya dikantor.

Awal pertama aku agak risi karena Maasaan aku bersetubuh dengan tantenya Istriku, memangsih dia kelihatan sexy sekali karena diumur 35 thn Tubuh Buk Amel masih kencang dan sintal ditambah dia selalu menjaga postur tubuhnya ddan keindahan toketnya agar tidak kendur. lalu semua terjadi begitu saja…..

“Revan? Kamu dimana?”

“Eh bu? Kenapa nggak ngabarin kalau mau datang?”

“Iyah maaf tadi Handphone ibuk mati mau ngabarin”

“Yasudah, Duduk dulu buk ntar aku buatuin Minum”

“Yah, van”

Kutinggal Buk Amel diruang tamu, Aku pergi membuatkan minuman untuknya karena dia pasti kehausan. Aku mengigat Buk amel Seksi sekali tadi memakai baju dress terusan yang keatat hingga terceplak membuat otakku berfikiran nakal untuk menyetubuhinya kumasukan obat perangsang diminumannya agar dia merasa lemas dan bisa kubawa kekamar.

“Buk ini minumannya, maaf yah lama”

“Nggak masalah kok van” katanya

“ibuk abis darimana? kok kelihatannya capek bener?”katanya lagsung meminum

“Abis dari rumah ribut sama suami ibuk” katanya

“Loh? Emang kenapa lagi? Jadi ibuk lari dari rumah yah?”

“Iyah Van, Niatnya mau nginap disini sampai semua masalahnya bener2 baik”

Sekitaran 20menitan aku ngobrol kulihat tubuh Buk Amel basah oleh keringatnya dan terus mengalir sampai2 dua bola besarnya terceplak dari belakang branya, Kulihat pergerakan buk amel semakain lama semakin gelisah dan tak karuan mulai kudekati dia dan kupengan2 sikit2 agar dia semakin mau diajak ngentot

Lalu kuajak dia untuk gnati baju karena bajunya sudah kotor dan basah, lalu kuberikan baju istriku dan ganti pakaiannya dikamarku, dia mengenakan baju tidur modelnya baju handuk sedangkan aku hanya mengenakan kaus dan celana pendek. Kurebahkan Tubuh Buk Amel diatas ranjang

“Revan kok panas banget yah? Ibuk Boleh buka bajunya nggak? Nggak tahan lagi nih”katanya beruusaha melepaskannya

“Jangan buk, ntar ada yang datang nggak enak dilihat”

Dia hanya diam tak memperdulikan kataku perlahan Ia menurunkan pakaiannya dampai kebawah dan terlihatla Buk Amel tidak mengenakan BH dan payudaranya yang cukup menantang terintip dari punggungnya olehku dan juga wangi.

“Kamu kok Heran gitu? Sudah sini kawanin Buk tidur”

“Ibuk yakin? Nanti takut terjadi apa2loh”kataku

“Saya ngerti kok, Ayo kemari sayang” rayunya

Karenaa aku sudha telanjur terangsang juga dengan Buk Amel akhirnya aku tidur dekatnya, aku tak memikirkan apapun lagi langsung kulumat bibirnya sebentar untuk mengetahui responyya , Tiba-tiba Buk Amel berpaling ke arahku dan mencium bibirku dengan bibirnya yang mungil nan lembut, rupanya Buk Amel juga sudah mulai terangsang.

“Sayang? Kamu mau kan memuaskan ibuk? Lagian kamu kan sudah lama tidak diberikan nikamt oleh istrimu”

Aku tidak menjawab karena Buk Amel memasukkan lidahnya ke mulutku dan lidah kami bertautan. Tanganku yang ada di punggungnya ditarik ke arah payudaranya sehingga putingnya dan payudaranya yang kenyal tersentuh tanganku. Hal ini membuatku semakin terangsang, aku sekarang berhadapan dengannya yang telah meloloskan bajunya sehingga payudaranya terlihat jelas olehku.

Aku tertegun, rupanya tubuh Buk Amel Bagus sekali,

“Sayang Ayo dong, Jangan diam saja.. Nikmati tubuh ibuk”

“iya.. iya.. iya buk”

Ditariknya tanganku sehingga aku terjatuh di atas tubuhnya, lalu bibirku dikecupnya kembali. Aku yang terangsang membalasnya dengan memasukkan lidahku ke mulutnya. Lidahku disedot di dalam mulutnya. Tanganku mulai bergerilya pada payudaranya.

Payudaranya yang berukuran 36B sudah kuremas-remas, putingnya kupelintir yang membuat Amel menggoyangkan tubuhnya karena keenakan.

Tangannya yang mungil memegang batangku yang masih ada di balilk celana pendekku. Diusap-usapnya hingga batangku mulai mengeras dan celana pendekku mulai diturunkan sedikit, setelah itu tangannya mulai mengorek di balik celana dalamku sehingga tersentuhlah kepala batangku dengan tangannya yang lembut yang membuatku gelisah.

Putingnya kugigit, kuhisap dan kukenyot sehingga Amel kelojotan, sementara batangku sudah dikocok oleh tangannya sehingga makin mengeras. Tanganku mulai meraba-raba celana dalamnya, dari sela-sela celana dan pahanya yang putih mulus kuraba vaginanya yang berbulu lebat. Sesekali kumasuki jariku pada liang vaginanya yang membuat dirinya makin mengelinjang dan makin mempercepat kocokan tangannya pada batangku.

Buk Amel lalu berdiri di hadapanku, dilepaskannya baju tidurnya dan celana dalamnya sehingga aku melihatnya dengan jelas tubuhnya yang bugil dimana tubuhnya sangat indah dengan tubuh tinggi 167 cm, payudara berukuran 36B dan vagina yang berbentuk huruf V dengan berbulu lebat, membuatku menahan ludah ketika memandanginya.

“Sayang Kamu Puasin Aku Yah…”

“Iyah sayang, Aku bakal kasih kamu kenikmatan yang luar biasa”

“Beneran yah? Soalnya ibuk udah lama ngak pernah ngentot lagi… Ini malah kepengen sama yang muda” katanya tersenyum kecil

“Idih Ibuk masih nakal aja yah, Sekalinya mau sama yang brondong” kataku menghisap toketnya

“Ahhh..Abisnya yang muda perkasa sih..Uuhh” katanya sambil desah

“Kontol Revan udah nggak tahan banget pengen memek amel”

“Sekarang kamu puasin aku yah,”

Buk Amel lalu duduk lagi, celana dalamku diturunkan sehingga batangku sudah dalam genggamannya, walau tidak terpegang semua karena batangku yang besar tapi tangannya yang lembut sangat mengasyikan.

“Besar sekali kontol kamu sayang, Istri kamu pasti puas banget kena yang begini”

“kamu bisa saja, Ini masih belum lagi”

“Kamu harus bisa buat Tante Muncrat berkali2 yah”

“Ok.. Mah..”

Mulut mungil Amel sudah menyentuh kepala batangku, dijilatnya dengan lembut, rasa lidahnya membuat diriku kelojotan, kepalanya kuusap dengan lembut. Batangku mulai dijilatnya sampai biji pelirku, Amel mencoba memasukkan batangku yang besar ke dalam mulutnya yang mungil tapi tidak bisa, akhirnya hanya bisa masuk kepala batangku saja dalam mulutnya.

Amel mampu membuatku kelojotan, saking nikmatnya lidah Amel menyentuh batangku dengan lembut. Hampir 15 menit lamanya batangku dihisap membuatnya agak basah oleh ludahnya yang sudah tampak kelelahan menjilat batangku dan membuatku semakin mengguncang keenakan.

Kedua kakinya kuangkat dan kuletakkan di bahuku. Vagina Amel terpampang di hadapanku dengan jarak sekitar 50 cm dari wajahku, tapi bau harum menyegarkan vaginanya menusuk hidungku.

“Ohh amel memek kamu becek dan wangi sekali”
“Iyah abis kamu nakalin aku sampai becek

Vagina Amel telah kusentuh dengan lidahku. Kujilat lembut liang vagina amel,

“Ameell , vagina.. Buk Amel sedap sekali.. rasanya segar..”

“Iyaah.. Revan, terus.. Vann…aku baru kali ini vaginanya dijilatin.. ohh.. terus.. sayang..”

Vagina itu makin kutusuk dengan lidahku dan sampai juga pada klitorisnya yang rasanya juga sangat legit dan menyegarkan. Lidahku kuputar dalam vaginanya, biji klitorisnya kujepit di lidahku lalu kuhisap sarinya yang membuat Amel menjerit keenakan dan tubuhnya menggelepar ke kanan ke kiri seperti cacing kepanasan.
“Ahh.. ahh.. oghh oghh.. awww.. argh.. arghh.. lidahmu REvann naakll.. agh, eena.. enakkhh.. aahh.. trus.. trus..” Klitoris Amel yang manis sudah habis kusedot sampai berulang-ulang,

Tubuh Amel sampai terpelintir, hal itu kulakukan hampir 30 menit dan dari vaginanya sudah mengeluarkan cairan putih bening kental dan rasanya manis juga, cairan itupun dengan cepat kuhisap dan kujilat sampai habis sehingga tidak ada sisa baik di vaginanya maupun pahanya.

“Ahg.. agh.. Revan.. argh.. akh.. akhu.. keluar.. nih.. ka.. kamu.. hebat dech..”

Aku langsung berdiri dan dengan cepat kutempelkan batang kemaluanku yang dari 30 menit lalu sudah tegang dan keras tepat pada liang vagina Amel yang sudah kering dari cairan. Amel melebarkan kakinya sehingga memudahkanku menekan batangku ke dalam vaginanya, tapi yang aku rasakan liang vagina Buk Amel terasa sempit, aku pun keheranan.

“Memek kamu sempit banget, makin lama makin enak geseknya. Bikin aku cepat crot nih”

“Iyahh ini udah ibuk jepit.. Oohh…Aaah…Uuuhh Enak banget entotan kamu”

“aku bakal ketagihan banget ini kena memek ibuk, Baru kali ini dapat memek seret gini”

“Iyah sayang, ibuk selalu menjaga kerapetan memek ibuk.. dan sudah lama juga nggak dipuasin”

“Akhh.. batangmu besar sekali..”

Vagina Amel sudah terterobos juga oleh batang kemaluanku yang diameternya 4 cm dan panjangnya 15 cm, setelah 6 kali kuberikan tekanan.

Pinggulku kugerakan maju-mundur menekan vagina Amel yang sudah tertusuk oleh batangku, Amel hanya bisa menahan rasa sakit yang enak dengan memejamkan mata dan melenguh kenikmatan, badannya digoyangkan membuatku semakin semangat menggenjotnya hingga sampai semua batangku masuk ke vaginanya.

“Revann.. nggehh.. ngghh.. Batangmu mentokin sampai ke rahim ibuk yah .. nich.. agghh.. agghh.. aahh.. eenaakkhh..” kutekan sedalam mungkin sambil kugoyang maju mundur membuatnya meringis

Payudara Amel yang ranum dan terbungkus kulit yang putih bersih dihiasi puting kecil kemerahan sudah kuterkam dengan mulutku. Payudara itu sudah kuhisap, kujilat, kugigit dan kukenyot sampai putingnya mengeras seperti batu kerikil dan Amel belingsatan.

Tiba-tiba Amel berteriak dengan lenguhan karena cairan telah keluar dari vaginanya membasahi batangku yang masih di dalam vaginanya, saking banyaknya cairan itu sampai membasahi pahanya dan pahaku hingga berasa lengket.

“Arrgghh.. argghh.. aakkhh.. ibuk.. keluar nich Revann… kamu belum yach..?”

Aku tidak menjawab karena tubuhnya kuputar dari posisi terlentang dan sekarang posisi menungging dimana batangku masih tertancap dengan kerasnya di dalam vagina Amel, sedangkan dia sudah lemas tak berdaya.

Kuhujam vagina Amel berkali-kali, Payudaranya kutangkap dari belakang dan kuremas-remas, punggungnya kujilat. Amel meledak lagi mengeluarkan cairan untuk yang kedua kalinya, sedangkan aku mencapai orgasmeku dan menyemprotkan sperma nikmatku didalam memek becek buk Amel sampai berluber.

“Akhh.. akh..bukk, Memek ibuk asli enak banget”

“Amel aku bener puas banget bisa nikmati memekmu, Kapan aja kita bisa ngentot lagi kan?”

“ihh kamu yah udah mulai berani godain tante, Bisa dong tubuh ini milikmu seutuhnya sayang”

“Iyah Revan bakal rindu banget sama memek tante nih, pengen revan crotin terus”

“Jangan gitu dong, berati kamu cuman mau entotin tante doang? Bajingan banget kamu” katanya ngambek

“Nggak dong tante, aku sayang juga sama tante. Kalau bisa kita nikah dibawah tangan saja tan biar bisa tiap hari entot-entotan”

“Kurang ajar kamu yah, Entott memek Tante lagi sekarang”

“Iya tan, Aku entot lagi nih tante harus tahan yah ” Kami pun bermain dalam nafsu birahi lagi di tempat tidur


CLICK VIDEO >>> STREAMING BOKEP <<< CLICK VIDEO

CERITA DEWASA - TANTE-AMEL-LIBIDO-TINGGI


Cerita seks, cerita dewasa, cerita bokep, bokep, cerita porno, cerita ngentot, cerita hot, cerita panas, cerita mesum, cerita desahan hot, cerita dewasa hot, cerita dewasa desahan hot, cerita desahan, cerita dewasa indo, cerita tante, cerita dewasa tante, cerita sedarah, cerita porno, cerita dewasa pacar,cerita dewasa paksa, cerita, cerita sex tentangga, kisah sex remaja, cerita sex bokep, cerita sex sekolah, cerita sex asia, bokep jepang, bokep hot, bokep abg, cerita sex sma, cerita dewasa perawan, bokep tante, streaming bokep, cerita dewasa sange,  cerita dewasa tante sange, cerita dewasa orgasme