CERITA DEWASA – NIKMATNYA NGEWE TEMAN DIKANTOR

CERITA DEWASA - NIKMATNYA-NGEWE-TEMAN-DIKANTOR
CERITA DEWASA - NIKMATNYA-NGEWE-TEMAN-DIKANTOR

CERITA DEWASA – NIKMATNYA NGEWE TEMAN DIKANTOR


CERITA DEWASA – NIKMATNYA NGEWE TEMAN DIKANTOR – Kisah ini terjadi beberapa waktu yang lalu, dimana saya sudah mempunyai seorang suami yang sampai sekarang masih tetap hidup rukun, Pengalaman sex ini bukan terjadi di antara saya dan suami saya, Melainkan karena keadaan dimana saya terangsang oleh seseorang yang membuat nafsu saya bangkit dan meraja

“Kringggg…kringggg….”dering telepon rumah saya berbunyi.
”Halo…”sapa saya, rupanya teman SMA saya Mega yang menelepon.
“Kamu pasti datang kan nun?” tanya Mega.
“Datang kok,undangannya udah kuterima kemarin sore.”jawabku.

Setelah berbincang sejenak maka telepon saya tutup. Maklumlah saya adalah wanita karier, jadi karena jadwal saya yang padat sering kali saya banyak tidak menghadiri acara-acara pernikahan teman-teman saya yang lain. Namun kali ini yang menikah adalah Mega sahabat dekat saya, jadi mau tidak mau saya harus menyempatkan diri untuk menghadirinya.

Pagi ini setelah bertemu dengan klien, handphone saya berbunyi lagi. Rupanya Mega lagi yang menelpon memastikan saya untuk datang besok ke pernikahannya, Namun saya lupa telah bernjanji untuk menemani suami saya bertemu dengan kliennya untuk acara dinner malam ini. Jadi saya meminta maaf kepada Mega dan saya membuat kesepakatan kepada Mega bahwa saya tidak mengingkari janji saya dengan mega ke-persepsi pernikahannya besok.

Malannya, Saya menemani suami saya untuk dinner dengan kliennya di salah satu hotel berbintang lima di kota saya. Kami memesan tempat terlebih dahulu dan memberitahukan kepada pelayan jika nanti ada yang mencari suami saya harap diantarkan ke tempat kami, Memang hampir semua pelayan disana telah banyak mengenal kami.Karena memang tidak jarang suami saya mengajak kliennya untuk makan malam di sana,tentunya untuk berurusan bisnis.

Kira-kira 15 menit kemudian, Datang seorang lelaki yang umurnya tidak berbeda jauh dengan suami saya, dia didampingi dengan seorang wanita yang sangat anggun, Dan suami saya bangkit berdiri dan diperkenalkan saya kepada mereka berdua. Rupanya lelaki itu bernama Roy dan istrinya Nasti. Mereka pun duduk berdampingan bersebrangan dengan suami saya.

Tidak lama kemudian, suami saya dan Roy terlibat pembicaraan yang seru soal bisnis mereka. Sementara saya pun asik berbincang dengan Nasti dan bergosip. Namun saya rasakan sesekali Roy sering mencuri pandang kearah saya.Maklum saja malam itu saya mengenakan baju berbelahan dada yang rendah berwarna hitam yang tentunya sangat kontras dengan kulit saya yang putih dan rambut saya yang berwarna coklat kemerahan.

Dalam hati kecil saya sebenarnya mengagumi Roy. dengan badan yang kekar serta penampilannya mempersona seolah memiliki kharisma tersendiri, ditambah lagi wajahnya yang tegas namun menunjukkan kesabaran serta sorot matanya yang tajam,membuat saya berpikir yang tidak bagus. setelah tidak terasa waktu menunjukkan pukul 23.00, Roy dan Nasti pun berpamitan kepada kami karena mereka sudah berjanji akan pergi bersama saudara Niken yang akan berulang tahun.

Setelah membereskan pembayaran, saya dan suami saya pun pulang ke rumah.
Ke-esokan harinya, Saya dan suami saya pergi bersama ke pernikahan Mega. Tamu yang diundang begitu banyak dan semua ornamen di dalam gedung serta keseluruhannya benar-benar tertata dengan indahnya.

Setelah hidangan utama keluar, Saya permisi kepada suami saya hendak ke toilet. Ternyata toilet di lantai atas dimana pesta berlangsung sangat penuh, Saya pun berinisiatif mencari toilet yang kosong, saya menanyakan kepada pelayan menanyakan toilet dimana tidak dipenuhi orang.”pelayan mengatakan ”di lantai 2 buk.. saya jawab oke,tenkyou.

Ketika aku sedang menunggu didalam kantor, saya tersentak ada seorang lekaki menyapa saya. Ternyata Roy, Teman suami saya yang bertemu semalam. Dia mengatakan, bahwa dia mau turun merasa mobilnya belum di kucni begitu katanya,

Kami pun bersama sama didalam kantor. Saya jadi serba salah karena dikantor itu kosong dan tinggal kami berdua saja. Apalagi ketika Roy mendekati saya dan mengatakan kalau penampilan saya sangat cantik malam ini.
Malam itu saya mengenakan terusan berwarna putih menyala dengan bagian punggung terbuka, dan bagian depan hanya di ikatkan ke leher saya. Jantung saya berdegup makin kencang.

Tidak munafik saya pun semalaman terbayang roy terus. Suasana jadi hening di dalam kantor. Roy mendekati saya dia mengatakan bahwa sejak kemarin dia pun selalu teringat akan diri saya, bahkan ketika malamnya dia bercinta dengan istrinya pun dia membayangkan sedang bercinta dengan saya. Saya pun tersentak sekaligus senang saya hanya tersenyum saja.

Tiba-tiba tangan Roy menarik tangan saya. Dia mendekati wajah saya dan mencium pipi saya dengan lembut. Saya tidak kuasa untuk menolaknya. Lalu tiba-tiba Roy menyingkirkan beberapa berkas dan barang barang di atas meja kantor, dia mengangkatku dan menduduki ku diatas meja kantor. Saya menjadi binggung, dalam hati saya sangat takut, tetapi saya juga diam-diam sangat menginginkan semuanya terjadi.
Lalu Roy mendekati saya lagi, dia mencium bibir saya dengan lembut..

Nafas saya semakin tidak teratur, saya pun tidak kuasa menolaknya. Kami pun berciuman dengan hebatnya. Tangan Roy perlahan meraih belakang leher saya dan menarik tali pengikat baju saya, rupanya dia berusaha membuka pakaian pesta saya yang dirasakannya menghalangi pemandangan indah yang sudah dinanti-nantikannya. Saya pun tersentak, tetapi dia membungkam mulut saya lagi dengan ciuman-ciumannya, saya hanya bisa mengikuti permainan ini sambil mendesah menghayati kenikmatannya.

Perlahan ciuman Roy turun ke leher saya Sambil tangannya sudah megusap dan meremas-remas buah dada saya.
“Uhhh…” desah saya karena begitu nikmat usapannya, begitu lembut namun kuat.
Kemudian tanpa saya sadari Roy telah menghisap buah dada saya yang sebelah kanan sambil tangan kanannya meremas-remas pelan ke buah dada saya yang sebelah kiri. Dihisapnya dan dijilatinya puting saya yang sudah mengeras. Dipermainkannya puting saya dengan lidahnya yang nakal.
“Uuuhhh…” saya remas-remas rambut Roy.
“Uuuhhh… Puutraaa… Uuuhhh…” saya tidak tahan rasanya.
Lalu Roy menarik tangan saya ke arah ikat pinggangnya. Langsung saya tarik ikat pinggangnya dan saya lepaskan pengait dan resletingnya. Roy pun memelorotkan celananya, lalu dia menyibakkan rok saya hingga paha saya yang putih dan mulus terlihat dengan jelas.

Sekilas saya lihat batang kemaluan Roy telah berdiri dengan tegaknya. Roy menatap saya dalam-dalam, kemudian mencium saya dari bibir saya kemudian turun ke buah dada saya. Dan tiba-tiba, “Blesss…”
“Aaaccchhh…” lubang kemaluan saya terasa hangat,

“Uuuhhhh… Royyyy… nakal kamu…”
Roy hanya tersenyum saja. Dia lalu menggoyangkan batang kemaluannya keluar masuk keluar masuk, makin lama semakin cepat.
“Uuuhhh Royyyyy… nikmatt sekalii… oouhhh…” saya merintih merasakan nikmat yang tidak terkira.
Goyangan yang dilakukan Roy makin lama semakin cepat… makin cepat… tubuh saya tidak kuasa menerima hujaman batang kemaluannya yang begitu dahsyat. Saya rasakan sangat penuh di dalam lubang saya.
“Aacchhh… Roy… aku gak tahan lagi… uuhhh…” desah saya kepadanya karena merasakan kenikmatan yang belum pernah saya rasakan sebelumnya.
“Tahan sayang… kita keluar sama-sama…” katanya mencoba mengatur tempo permainan kami.

Roy pun menggoyangkan pinggulnya semakin cepat. Roy melakukan gerakan keluar masuk berulang-ulang sambil sesekali pinggulnya diputar-putar untuk menambahkan kenikmatan bersenggama.
“Aacchhh… nikmat sekali…” desah saya kepadanya yang kali ini diikuti dengan tercapainya orgasme saya.

Goyangan pinggulnya yang mendesak saya hingga terhimpit dipojokan ruangan semakin menggebu-gebu dengan gerakan keluar masuk yang semakin lama semakin cepat. Iramanya pun semakin tidak beraturan karena kami melakukan dengan posisi berdiri dan saya bersandar pada pinggiran meja dinding kantor.

“Aaacchhh…” tubuh saya menegang, kepala saya tetarik ke belakang dan, “Crooottt… crooottt… crooottt…” saya rasakan air mani Roy menyemprot ke dalam rahim saya.
Tubuhnya menegang sambil merapat ke tubuh saya, nafasnya terengah-engah menikmati permainan yang baru saja kami lalui dengan waktu dan tempo yang cepat.
“Uuuhhh…” desah saya terkahir kali menghayati permainan sex kami.
Roy menciumi bibir saya kembali, kami berciuman sejenak, kemudian dengan cepat membereskan pakaian kami kembali yang berantakan karena terburu-buru melepaskannya tadi. Setelah saling membetulkan pakaian,kami pun menuju. Roy pun menekan tombol lift kembali dan kami meluncur langsung naik ke atas, kali ini kembali ke tempat pesta berlangsung.

Rupanya Roy memang tidak bermaksud turun, dia segera berlari ke kantor ketika dia melihat saya berjalan keluar ruangan. Setelah saling menukar nomer telpon, kami pun berpisah. Sambil masuk ke ruangan, Roy mengerlingkan mata nakalnya kepada saya, saya hanya membalasnya dengan senyuman saja. Ketika saya kembali ke tempat duduk, suami saya bertanya kenapa saya lama. Saya bilang saja bertemu dengan teman lama dan sempat mengobrol dengannya sejenak.

Dan tidak lama kemudian, acara pun diakhiri dengan foto bersama pengantin. Setelah memberi selamat kepada Mega, saya dan suami saya pun pulang ke rumah. Malamnya, saya banyak tersenyum-senyum sendiri karena masih mengingat kejadian yang begitu indah dan menggairahkan bersama dengan Roy di kantor tadi.


CLICK VIDEO >>> STREAMING BOKEP <<<CLICK VIDEO

CERITA DEWASA - NIKMATNYA-NGEWE-TEMAN-DIKANTOR


Cerita seks, cerita dewasa, cerita bokep, bokep, cerita porno, cerita ngentot, cerita hot, cerita panas, cerita mesum, cerita desahan hot, cerita dewasa hot, Cerita dewasa desahan, cerita dewasa tante tetangga rumah, cerita dewasa desahan hot, cerita desahan, cerita dewasa indo, cerita tante, cerita dewasa tante, cerita sedarah, cerita porno, cerita dewasa pacar,cerita dewasa paksa, cerita dewasa anal, cerita, cerita sex tentangga, kisah sex remaja, cerita sex bokep, cerita sex sekolah, cerita sex asia, bokep jepang, bokep mesum, bokep hot, bokep abg, cerita sex sma, cerita dewasa perawan, bokep tante, streaming bokep, cerita dewasa sange, cerita dewasa sedarah, cerita dewasa online, cerita dewasa tante sange, cerita dewasa orgasme, cerita dewasa sepupu, cerita dewasa sange berat