CERITA DEWASA – KUNIKMATI MEKI PERAWAN SEPUPUKU MULUS

CERITA DEWASA - KUNIKMATI-MEKI-PERAWAN-SEPUPUKU-MULUS
CERITA DEWASA - KUNIKMATI-MEKI-PERAWAN-SEPUPUKU-MULUS

CERITA DEWASA – KUNIKMATI MEKI PERAWAN SEPUPUKU MULUS


CERITA DEWASA – KUNIKMATI MEKI PERAWAN SEPUPUKU MULUS – Ratna sepupuku tepatnya Anak dari tanteku, Dia bekerja sebagai Pramugari Di Garuda Airland. Ketika aku lewat aku melihat pintu kamar Ratna terbuka, ketika itu tiba-tiba timbul keinginan di benakku untuk mengintip Ratna. Dari sela pintu itu kulihat Anggun masih tertidur pulas.

Namanya Ratna Umurnya 23tahun, cuma beda 4 tahun denganku, Dia memiliki Tubuh yang Indah luar biasa karena dia Seorang Pramugari. Payudara yang montok ber-ukuran 36B, Pantat yang Benar benar Bulat Kenyal, Pinggul yang lebar dan Paras yang Membuat Para lelaki Horny

Ratna yang masih tertidur pulas saat itu hanya mengenakan batu tidur yang menutupi payudara dan mekinya saja.Jadi sudah jelas bagaimana bentuk kekuk tubuhnya yang bohay, Sungguh benar-benar cantik sekali dia, batinku yang putih bersih. Pelan-pelan, aku Masuk ke dalam kamar sambil melangkah sangat pelan.

Setelah masuk didlam kamar Ratna, kulihat seluruh tubuhnya yang saat itu tertidur dengan posisi terlentang. Saat aku sedang asik meandanginya tiba-tiba Ratna menggeliat kesamping kiri, kaki kanannya agak menekuk hingga Belahan memeknya terlihat jelas olehku. Dengan seksama sambil menahan nafas ku pandangi seluruh sudut celana dalam Ratna.

Garis Vaginanya membayang jelas karena Ratna tidak pakai celana dalam, biraku tiba-tiba memanas. Secara pelan tapi pasti Penisku-pun mulai tegang tegak berdiri, hingga celana kerja ku terasa sesak. Ditambah lagi aku melihat, dari pinggiran Memek Ratna,saat itu kuperhatikan belahan memek itu gemuk sekali
Entah setan apa yag merasukiku, dengan spontan secara perlahan aku meraba pahanya yang mulus sekali. Ditengah asiknya aku yang sedang meraba pahanya, tiba-tiba Ratna terbangun, dan dia kaget melihat aku berada dikamarya,

“ Hah, Kamu mau ngapain kekamar aku ? ” tanyanya bingung.
Lalu dengan sedikit gugup aku menarik tanganku dari paha Ratna “ Eeee… aku, Cuma mau ngebangunin …kamu kog Rat, ntar kamu kesiangan ketempat kerja ”, Kataku gugup.
“ Makasih ya Bang udah bangunin Ratna ”, ucap Ratna sembari duduk dipinggiran tempat tidur.

“ Iya Ratna, yaudah buruan bangun terus berangkat kerja gih !! ”, kataku sembari keluar dari kamar Ratna dengan jantung masih berdetak cepat.
Setelah keluar dari kamar Ratna, aku menuju ruang makan lalu aku menyeduh secangkir kopi. Saat itu pikiranku masih melayang karenamembayangkan hal yang kulakukan pada Ratna tadi. Ditengah fantasiku yang sedang asik, tiba-tiba,

“ Bang… kog Abang senyum-senyum sendiri sih ”, tanya Anggun dengan tiba-tiba dan melintas didepanku.
“ Ah… nggak papa kog Ratna ”, jawab singkatku pada Ratna.
“ Kirain kenpa bang, hhe… Oh iya Abang mau aku masakin buat sarapan nggak ??? tanya Ratna padaku.
“ Nggak usah Na, Abang soalnya sebentar lagi berangkat kerja na ”, kataku sembari melirik Ratna yang sedang membuat Mily Shake kesukaannya.
“ Oh gitu ya Bang, yaudah deh ”, jawabnya singkat. SeLalu gelas nya diletakkan diseberang posisiku duduk.

Lalu ia bergegas kekamar mandi. Seketika timbul fikiran kotor diotakku, didalam bungkus marlboro aku masih kusimpan 1 butir Tramadol sisa semalam. Kuhancurkan pilnya lalu kumasukan ke dalam Milk Shake Ratna tadi, itu aku aduk sampai larut didalam. Setelah itu aku berjinjit ke dalam gudang di samping kamar mandi.Didalam ruang gelap dan berdebu itu terdapat lubang yang cukup untuk aku mengintip Ratna yang sedang mandi.

Dari sela-sela lubang kulihat Ratna tengah membasahi tubuhnya, posisinya membelakangi lubang intipku, jadi aku hanya melihat punggung dan bongkahan montok pantatnya. Mataku tak berkedip saat tubuh putih nan montok itu menghadap lubang intipku.

Sembari mengintip Ratna aku menahan nafasku yang mulai memburu, lalu Penisku mulai ku pegang dan kukocok. Kulihat Vaginanya yang ditumbuhi dengan bulu lebat dan Hitam. Dalam batinku berkata apapun caranya aku harus bisa menikmati Vagina Anggun ini. Tak terasa Anggun aku mengintip Anggun sudah setengah jam.
Sementara itu aku hanya puas secara mata saja tanpa bisa menyentuhnya. Setelah itu Ratna-pun selesai mandi, dan mulai mengambil handuknya. Sementara Ratna mengeringkan tubuhnya dengan handuk, aku segera bergegas keluar dari gudang dan kembali duduk di ruang makan. Tak lama setelah itu, Ratna-pun melintas dan aku melirik tubuhnya yang hanya terlilit handuk saja.
Sembari melirik akupun berbasa-basi pada Ratna.

“ Ratna… Jam segini udah mendung aja nih, kayaknya hari ini bakal turun hujan lagi deh, Ratna ”, kataku.
“ Iya nih Bang. Ntar anterin Ratna ke rumah temen yah, Soalnya temen lama banget datangnya ”, pinta Ratna padaku.
“ Okey Ratna ”, jawabku singkat.

Kemudian Ratna segera masuk kedalam kamarnya, tidak lama kemudian Ratna-pun sudah keluar dengan seragamnya,
“ Wah… kamu terlihat cantik sekali Ya Ratna kalau kamu pakai seragam itu”, pujiku kepda Ratna
“ Gomball kamu kak, hhe…”, balas Ratna malu-malu sembari mengambil gelas Milk Shake yang tadi sudah bercampur dengan Inex. Tanpa ragu Ratna pun meminumnya sampai habis tanpa ada rasa curiga sedikitpuun.
“ Kena lu sama Gue ” ucap dalam hatiku.
“ Ayo Ratna berangkat, nanti keburu hujan lagi ”, ajakku.
Setelah aku mengunci pintu rumah, aku segera starter motorku, Ratna pun lalu duduk membonceng dengan memegang pundakku.

Saat itu kira-kira kami baru berjalan selama 10 menit, tiba-tiba dia menegeluh sambil menyandarkan kepalanya di punggungku,
“ Aduh Bang, kok kepala Ratna pusing gini ya Bang ”, keluh Ratna Saat itu juga, aku segera mengentikan motorku,
“ Wah… kog tiba-tiba kamu pusing, yauda kamu aku antar pulang aja yah ??? ucapku pura-pura perduli kepada Ratna

Ketika itu Ratna tampak gelisah, dan bibirnya yang sensual tampak mulai digigit-gigit sengan pelan,
“ Nggk tau nih Bang, yaudah Ratna anteri pulang aja deh Bang ”, jawabnya.
Dengan cepat, kuputar motorku kembali menuju ke arah rumah. Sesampainya dirumah ketika di akan turun dari motor, dia sudah tampak lemas tak berdaya layaknya orang sedang On. Tanpa banyak tanya, Ratna segera ku bawa masuk kedalam kamarnya, dan kurebahkan dia di tempat tidur,
“ Aduhh Bang ”, ucap-nya pelan.

Setelah itu tiba-tiba matanya menatapku sayu, sembari dia terus menggigit-gigit bibirnya. Saat itu kedua kakinya masih menggantung di bawah kasur, jadi posisi-nya Ratna mengangkang. Karena Posisi Ratna seperti itu maka celana dalam Ratna saat itu terlihat jelas di mataku. Nampak begitu jelas Vaginanya yang menggembung dari balik celana dalamnya itu.
Karena adik sepupuku yang montok dan cantik ini sudah terkena pengaruh inex yang ku berikan tadi, maka aku memberanikan diri untuk mencoba melepas celanaku,

“ Kakk…. Kamu mau ngapain ngelepasin celana kamu? ” ucapnya dengan setengah sadar karena pengaruh Inex tadi.
Lalu setelah celana dan celana dalamku terlepas, nampaklah batang Penisku yang sudah tegak dan besar maksimal itu. Lalu tangan kiriku yang sedang memegang Penis, lalu kuarahkan kepada Ratna
“ Bang… badan Ratna panas dingin Bang ”, ucapnya berbisik.

Ketika itu aku hanya tersenyum, tangan kananku kemudian meraih tangan Ratna lalu tangan kirinya Ratna kuarahkan ke Penisku, hingga dia menggenggam batang Penisku. Semula Ratna hanya menggenggam Penisku saja, tapi kemudian dia mulai mengelus dan mengocok-kocok Penisku yang sudah tegak menantang itu,
“ Ouwhhh… terus Ratna yahh… terus Ratna sayang… ”, kataku sedikit berbisik.

Lalu tanganku langsung melucuti pakaian kerjanya hingga pakaian atasnya terbuka semua termasuk Bra Anggun yang berenda itu. Alamakkk… seksi sekali Ratna ini, gumamku pelan. Payudara Ratna yang besar sekali dengan puting yang mengeras mancung, nafas Ratna yang semakin memburu deras-pun mengiringinya.
“ Ouhhhh… Bang… Aghhhh…. ”, gumamnya sambil terus mengelus dan mengocok batang Penisku yang besar dan keras.

Lihat Juga : Pembantu Sange Berat Minta Tambah

Seluruh sudut batang Penisku di dielus dan di hisapnya pelan dari batangku, kepala kontolku, jembutku diciuminya, Perlahan-lahan kudekatkan wajah ku ke payudaranya yang membusung. Lalu kukecup ringan payudaranya,
“ Aaaahhh… Enakk Kakk…..aaaaaahhhhh…” desah Ratna lirih.
Ratna mendesah disaat mulutku mengulum putingnya dengan penuh gairah. Lalu mulai kujamah seluruh permukaan payudara Ratna yang besar, montok dan putih itu.

sembari terusku hisap di payudaranya, sesekali kutarik pelan pake gigi. Tanganku bergerak cepat melepaskan rok mini kerjanya, dan celana dalam-nya yang mini serta tipis itu.
Hal itu membuat lutut Ratna dirapatkan, karena menahan gerakan tanganku yang menarik lepas celana dalamnya. Ketika sudah berada di atas lututnya,
“ Kenapa Anggun sayang ? ” tanyaku.

Saat itu dia tidak menjawab, melainkan hanya menatapku dengan mata sayu-nya. Kemudian dia membuka lebar-lebar kakinya, hingga celana dalamnya bisa kulucuti dengan mudahnya. Begitu celana dalamnya kulucuti segera kulihat Vaginanya yang merangsang dihiasi bulu jembut yang lebat.
“Memek kamu bagus sekali Rat ”, kataku berbisik di telinga kanannya.

Tanpa menjawab, Ratna hanya memejamkan mata dan berkedip mendengar kata-kataku itu. Lalu tangannya yang tengah mengelus-ngelus batang Penisku, segera ku angkat dan kulepas dari batang Penisku. Lalu tangannya ku angkat dan kutaruh disamping kepalanya. Saat itu dia terlihat pasrah saat kubuka pahanya lebar-lebar. Wow, belahan Vaginanya sunguh membuatku semakin terangsang saja.
Lalu,

“ Rat, sebenarnya sudah lama sekali Aku ingin berstubuh sama kamu”, ucapku tegas. Dengan cepat kudekatkan kepalaku ke permukaan Vaginanya, lalu dengan mantap kujilat permukaan liang Vaginanya,
“Sruppp… Sruppp…”enak dan harum sekali vagina Ratna ini.
“ Sss… Ahhh…. Aaakk… Ouwhh… terus Aaakk… Aghhh…”, desah Ratna seirama gerakan lidahku yang nakal menjilati liang kenikmatannya.

Ketika itu tangan Ratna menjambak rambutku saat lidahku mulai kutusukan dalam Vaginanya itu, “ Ouwhhh… Kakakkk… Aghhh…”, desah nikmatnya.
Dengan semangat kujilati terus Vaginanya hingga basah, selang 10 menit kemudian kuhentikan gerakan ku menjilati Vaginanya itu. Keringat dan desahan nafas Ratna seakan berpacu, lalu ku arahkan batang Penisku ke lubang Vagina Ratna. Lalu sesaat kusapu Vaginanya dengan lidahku,

“ Aghhh…. geli sekali kak… Ughhh….”, desahnya pelan.
“ Ada pa Ratna sayang ?”, tanyaku menghentikan gerakan Penisku di bibir Vaginanya.
“ A…aa… aku masih perawan kak. Aku takut ”, ucap Ratna lirih.
“ Udah kamu jangan takut, nanti kakak akan bertanggung jawab bila sampai terjadi apa-apa pada Ratna ”, kataku gombal menenangkan Ratna.

“ Makasih ya kak, pelan-pelan iyah kak masukin kontol kamu ke memek aku ”, pinta nya padaku.
“ Iya Ratna sayang”, jawabku singkat.
Sembari mengarahkan kepala Penisku yang bulat besar ke lubang Vaginanya, dengan perlahan kudorong Penisku. Sedikit demi sedikit, walaupun agak susah karena vagina masih perawan dan sempit sekali aku terus mencoba tanpa mengenal lelah,
“ Aouw… sa.. sakit Kakk… Aghhh…Auow… pelan Aaahh”, ucap Ratna sembari mencengkram sprey tempat tidur dan sedikit menutup bukaan pahanya.
“ Aghhh… Tahan dulu ya Ratna sayang” rayuku menenangkanya.Setelah bersusah payah, pada akhirnya, Zlebbbbbbbbbbb….. akhirnya batang Penisku amblas juga Masuk kedalam Vaginanya Ratna
“ Aowwwwwww… sakitttt… saaakit sekalliiii kamuuu… Huuu… huu… hu… ”, kata Ratna sambil menggigit bibirnya.

Lihat Juga : Pembantu Sange Berat Minta Tambah

Ketika itu kudiamkan batang Penisku sejenak didalam Vaginanya, ughhh… kuat sekali jepitan Vagina Ratna, batinku. Lalu beberapa saat kemudian segera ku ayun perlahan Penisku maju mundur didalam liang Vagina Ratna,
“ Zlebb… Zlebb… Zlebb… ” , bunyi penisku yang sedang menyelami Vagina Ratna.
Lama-kelamaan aku merasa mudah mengayun Penisku. Ketika itu Ratna memejamkan mata seraya memeluk leherku erat. Dengan irama yang tetap santai ku ayun gerakan Penis ku maju mundur mencoblos Vaginanya,
“ Aghhh… enak sekali Memek kamu sayang… Oughhh… ”, bisikku penuh gairah di telinganya, sembari menjilati telinga Ratna yang mungil itu.
“ Ssss… Aghhh… sayangg… pelan dongg… aoww… Sss… ahhh” dia sudah mulai mengeluarkan kata kata liarnya

Pada awalnya gerakan Ratna kaku, namun lama-kelaman Ratna mulai membalas goyangan pinggangku dengan goyangan sedikit memutar pinggul,
“ Enak dekk, Aghhhh… terus goyang sayang ”, pintaku.
Saat kulihat matanya yang merem melek karena menikmati sensasi menikmati tusukan kontolku di memeknya. Sesekali dia menggigit dada dan leherku.
“ Slebb… Sluppp… Plakkk… Plakkk… Plakkk… ”, bunyi gesekan kontol dengan memek semakin nyaring.
Dengan semangat, kurasakan tubuhku terbang melayang keenakan, lalu kupacu gerakan tusukan Penisku lebih cepat lagi.

Dengan penuh gairah terus kupacu irama Penisku, sampai kumerasa kepala Penisku linu , geli bercampur enak sekali. Kaki Ratna kini melingkar di pinggangku, hingga tusukan Penisku terasa semakin dalam. Tak terasa kami sudah berhubungan intim selama 15 menit, tidak lama setelah itu tubuh Ratna pun menegang dengan hebat, lalu,
“ Aaaahh Ushh…..hhtt Ena….kkk Saya…ngg……Akuu mauu keluar sayangg…” mulutnya mulai meracau sembari menggigit dadaku.

Rupanya Ratna telah mencapai puncaknya, Memeknya terasa sangat basah sekali hingga Kontolku terasa Ngilu saat menggelosor masuk ke Vaginanya. Tubuhnya Ratna pun setelah itu lemas seperti tak bertulang. Dari sudut mataku sekilas kulihat Maya pembantuku mengintip dari balik horden pintu, tidak kusangka rupanya dia tengah menonton aku yang lagi asik bersetubuh dengan Ratna
Namun saat itu aku berpura-pura tidak tau dan terus mengocok lubang Vagina Ratna
Dari lubang Vagina Ratna tampak menetes darah bercampur cairan lengket. Akirnya tercapai juga keinginaku, sungguh puas aku mendapatkan keperawan Ratna, kataku dalam hati. Lalu kucabut batang Penisku yang Masih keras dari lubang Vagina Ratna yang sudah tidak perawan lagi karena aku.

Sementara itu Ratna terkulai lemas dan wajahnya Masih tampak tegang, dengan keringat yang membasahi sekujur tubuhnya. Hal itu membuat tubuh putihnya semakin terlihat menggairahkan saja. Batang kontolku yang mengkilat dikelilingi lendir kawin Ratna, saat itu masih belum memuntahkan sperma juga, maka dari itu aku masih sangat bernafsu sekali,
“sayang… aku belum keluar nih, sekarang kamu gantian isepin dong sayang… perintahku.

Tanpa menjawab Ratna pun lalau membuka mulutnya, lalu aku mengarahkan batang Penisku ke dalam mulutnya. Pada awalanya Ratna mau muntah saat Penisku Masuk kemulutnya yang mungil itu. Namun kemudian dia mulai terbisa mengocok dan mengulum Penisku,
“ Aghhh… enak Rat, sepong terus… Oughh… kamu jago sekali sayang, Ssss… Aghhh…”, desahku mulai merasa nikmat oleh kuluman Ratna.

Secara konstan Ratna pun terus mengkulum penisku dengan lembutnya. Tak lama setelah itu kurasakakan batang penisku berdenyut dan,
“ Crottt… Crottt… Crottt… ”,
Akhirnya Penisku memuntahkan spermanya kedalam mulut Ratna yang mungil itu, saking banyaknya spermaku yang keluar sampai-sampai mulut Ratna yang mungil itu tidak mampu menampung spermaku. Walaupun mulut Ratna mungil, hampir setengah spermaku tertelan oleh Ratna. Setelah itu kamipun sama-sama terkulai lemas, aku dan Ratna tertidur pulas hingga siang hari.
Pada akhirnya kami sama-sama tidak berangkat kerja. Singkat cerita semenjak kejadian itu kamipun sering melakukan hubungan sex dirumah, dan tak jarang pembantuku Maya mengintip kami saat ngentot, kadang Maya juga Ngocokin Mekinya sendiri sambil ngelihatin kami ngentot.


CLICK VIDEO >>> STREAMING BOKEP <<< CLICK VIDEO

CERITA DEWASA - KUNIKMATI-MEKI-PERAWAN-SEPUPUKU-MULUS


Cerita seks, cerita dewasa, cerita bokep, bokep, cerita porno, cerita ngentot, cerita hot, cerita panas, cerita mesum, cerita desahan hot, cerita dewasa hot, Cerita dewasa desahan, cerita dewasa tante tetangga rumah, cerita dewasa desahan hot, cerita desahan, cerita dewasa indo, cerita tante, cerita dewasa tante, cerita sedarah, cerita porno, cerita dewasa pacar,cerita dewasa paksa, cerita dewasa anal, cerita, cerita sex tentangga, kisah sex remaja, cerita sex bokep, cerita sex sekolah, cerita sex asia, bokep jepang, bokep mesum, bokep hot, bokep abg, cerita sex sma, cerita dewasa perawan, bokep tante, streaming bokep, cerita dewasa sange, cerita dewasa sedarah, cerita dewasa online, cerita dewasa tante sange, cerita dewasa orgasme, cerita dewasa sepupu, cerita dewasa sange berat