CERITA DEWASA – GAIRAH SEX TANTE JILBOB SANGE BERAT

CERITA DEWASA - GAIRAH-SEX-TANTE-JILBOB-SANGE-BERAT
CERITA DEWASA - GAIRAH-SEX-TANTE-JILBOB-SANGE-BERAT

CERITA DEWASA – GAIRAH SEX TANTE JILBOB SANGE BERAT


CERITA DEWASA – GAIRAH SEX TANTE JILBOB SANGE BERAT – kali ini menceritakan pengalaman Sex dari seorang Laki-laki yang menyetubuhi rekan kerjanya yang bernama Gita. Mereka berdua sama-sama sudah berkeluarga. Saya kira cukup deskripsi dari cerita Sex ini, Langsung aja yuk baca dan simak baik baik cerita dewasa ini.

Perkenalkan nama saya Raymond saya berumur 28 tahun, saya adalah seorang karyawan Pabrik Industri Terbesar di Jakarta, hampir sekitar 2 tahun saya bekerja pada sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang Manajemen Keuagan Minyak Bumi. Saya sering bertemu dengan klien yang meminta bantuan perusahaan kami atau yang bekerja sama dengan perusahaan kami.

Pada saat itu saya survey sebuah lokasi dan saya selalu ditemani oleh seorang teman kantor yang ditugaskan oleh kantor untuk menemani saya. Teman yang selalu menemani saya dia bernama Gita, Dia sangat cantik seperti gadis Berumur 19tahun, dia mempunyai senyuman yang sangat menggoda. Umur Gita ini sekitar 30 tahun, dia sudah bersuami dan mempunyai 2 orang anak.

Walaupun dia sudah mempunyai 2 anak.
Tubuh Gita ini masih sangat sexy dan dia mempunyai payudara yang lumayan besar, kira-kira ukurannya 38B. Ditambah lagi dia mempunyai bokong yang semok.oh iya Gita ini seorang ibu yang berhijab. Tapi Gita Sering sekali menyingkapkan Jilbabnya kebelakang sampai “Dua bola dia Terlihat Jelas Menyembul Padat kedepan”

Selain Gita, saat ditugaskan untuk survey lokasi saya juga selalu diantar oleh sopir pribadi yang juga sudah lama bekerja dengan dengan saya. dibalik kerudung Gita sempat saya menebak-nebak tentang gairah Sex Gita ini, bahkan saya juga sempat menanyakan pada Gita saat kami keluar untuk survey. Dia hanya tersenyum dengan pertanyaanku yang menjurus soal hubungan Sex.
Saya menjadi tahu kalau Gita ini juga sebenarnya gak baik-baik banget, saya juga bisa mendapatkannya. Saya juga sering menggodanya saat berada dikantor tapi tidak didepan teman-teman kantor, tapi ketika terlihat sepi, dan Gita selalu hanya membalas godaanku dengan senyuman yang sangat khas dari raut wajahnya.

Waktu itu hari sabtu saya mengambil cuti karena saya ingin istirahat dirumah, menenagkan pikiran dari segala urusan yang ada dikantor. Tapi tidak sesuai dengan harapanku, sekitar jam 9 pagi saya ditelpon oleh atasanku dan saya ditugaskan untuk survey sebuah Perusahaan dengan sebuah klien. Dengan tidak bisa mneolak saya pun menyanggupinya. Dan saya meminta kalau Gita diantar kerumahku. Segera saya bergegas tata-tata, menyediapkan segala sesuatu yang saya perlukan. Dan setengah jam kemudian Gita sampai kerumahku dengan diantar sopir perusahaan. Saya mempersilahkannya masuk dirumahku dulu sambil menunggu bersdiap.

Setelah saya selesai, saya mencari sopirku, dan setelah saya panggil istriku yang menjawab, kalau sopirku pagi tadi ijin untuk mengantar istrinya kerumah sakit. Jadi terpaksalah saya menyetir mobil sendiri. Dan saya langsung berpamitan dengan istriku. Saya dan Gita lalu masuk mobil dan kami pun langsung meninggalkan rumah. Obrolan kami di perjalanan menuju lokasi, hanya menyangkut masalah-masalah bisnis yang ada kaitannya dengan Gita . Tidak ada sesuatu yang menyimpang. Bahkan setelah tiba di lokasi, saya tidak berpikir yang aneh-aneh. Bahkan saya jengkel juga ketika pemilik tanah itu tidak ada di tempat, harus dijemput dulu oleh keponakannya yang segera meluncur di atas motornya.

Kami duduk saja di dalam mobil yang diparkiran Klien besar, yang rencananya akan dijadikan Cabang Pabrik juga oleh kenalanku yang seorang developer. Situasi sepi sekali. Karena kami berada di depan kebun yang mirip hutan. Pepohonan yang tumbuh tidak dirawat sedikit pun. Tapi situasi yang sepi itu…entah kenapa…tiba-tiba saja membuatku iseng…memegang tangan Gita sambil berkata,

“ Bisa 2 jam kita harus menunggu di sini, Git.”
“ Iya nih mon,” sahutnya tanpa menepiskan genggamanku,
“ Sabar aja ya Mon….di dalam bisnis memang suka ada ujiannya.” Saya terdiam.

Tapi tanganku tidak diam. Saya mulai meremas tangan wanita 30 tahunan itu, yang makin lama terasa makin hangat. Dia bahkan membalasnya dengan remasan.…pikiranku mulai melayang-layang tidak menentu. Remas-remasan tangan tidak berlangsung lama. Kami bukan remaja lagi. Masa cukup dengan remas-remasan tangan? Sesaat kemudian, lengan kiriku sudah melingkari lehernya. Tangan kananku mulai berusaha membuka jalan agar tangan kiriku bisa menyelusup ke dalam bajunya yang sangat Ketat dan bertangan panjang. Gita terdiam saja. Dan akhirnya saya berhasil menyentuh payudaranya.

Tapi dia menepiskan tanganku sambil berkata,

“ Duduknya di belakang saja Monn…di sini ntar dilihat orang…” O, senangnya hatiku.

Karena ucapannya itu mengisyaratkan bahwa dia juga mau !

“ Kenapa mendadak jadi begini Monn?” tanya Gita kami sudah duduk di jok belakang, pada saat tanganku berhasil menyelinap ke baju tangan panjangnya dan ke balik BH nya.

“ Gak tau kenapa ya?” sahutku sambil meremas payudaranya yang terasa masih kencang, mungkin karena rajin merawatnya. “ Tapi Monn…uuuuhhhh…..kalau saya jadi merangsang gimana nih?” wanita itu terpejam-pejam sambil meremas-remas lututku yang masih berpakadian lengkap.

“ Kita lakukan saja…asal Gita gak keberatan….” tanganku makin berani, menyelinaplah ke balik rok pendeknya, lalu menyelundup di balik celana dalamnya.

Tanganku sudah menyentuh bulu kemaluannya yang terasa lebat sekali. Kemudian menyeruak ke bibir kemaluannya…bahkan mulai menyelinap ke celah memeknya yang terasa sudah membasah dan hangat.

“ Masa di mobil?” protesnya,
“ kata orang mobil jangan dipakai gituan, bisa bikin sial…”
“ Emang sdiapa yang mau ngajak begituan di mobil? Ini kan perkenalan aja dulu….” Kata saya pada waktu jemariku mulai menyelusup ke dalam lubang kemaluan Gita yang terasa hangat dan berlendir…

Wanita itu memelukku erat-erat sambil berbisik,

“ Duh Pak…saya jadi kepengen nih….kita cari penginapan aja dulu yuk. Bilangin aja sama orang-orang di sini kalau kita mau datang lagi besok.”

“ Iya sayang,” bisikku,

“ Sekarang ini memiliki dirimu lebih penting daripada ketemuan dengan pemilik Tanah itu…”

“ Ya sudah dulu dong,” Gita menarik tanganku yang sedang mempermainkan kemaluannya,

“ Nanti kalau saya gak bisa nahan di sini kan berabe. Nanti aja di penginapan saya kasih semuanya…” Saya ketawa kecil,

Lalu pindah duduk ke belakang setir lagi. Tidak lama kemudian mobilku sudah meluncur di jalan raya. Persetan dengan pemilik tanah itu. Sekarang ini yang terpenting adalah tubuh Gita , yang jelas sudah siap diapakan saja. Dengan mudah kudapatkan hotel kecil di luar kota, sesuai dengan keinginan Gita , karena kalau di dalam kota takut kepergok oleh orang-orang yang kami kenal. Soalnya saya punya istri, Gita pun punya suami. Hotel itu cuma hotel sederhana. Tapi lumayan, kamar mandinya pakai shower air panas. Tidak pakai AC, karena udaranya cukup dingin, rasanya tidak perlu pakai AC di sini.

Yang penting adalah tubuh Gita yang semok abis…yang kini sedang berada di dalam kamar mandi, mungkin sedang cuci-cuci dulu…sementara saya sudah tidak sabaran menunggunya. Ketika dia muncul di ambang pintu kamar mandi, saya terpana dibuatnya. Rambutnya yang tidak ditutupi apa-apa lagi, tampak tergerai lepas….panjang lebat dan ikal. Jujur…dia tampak jauh lebih Sexy, apalagi kalau mengingat bahwa dia 5 tahun lebih muda daripada istriku. Rok bawahnya tidak dikenakan lagi, sehingga pahanya yang putih mulus itu tampak jelas di matsaya.

Saya bangkit menyambutnya dengan pelukan hangat,

“ Gita kalau gak pake jilbab malah tampak lebih cantik….muuuahhhhh…” kata saya diakhiri dengan kecupan hangat di pipinya.

Dia memegang pergelangan tanganku sambil tersenyum manis. Dan kuraih pinggangnya, sampai berada di atas tempat tidur yang lumayan besar. Lalu kami bergumul mesra di atas tempat tidur itu. Ibu Atik tidak pasif. Berkali-kali dia memagut bibirku. Saya pun dengan tidak sabar menyingkapkan baju lengan panjangnya. Dan…ah…rupanya tidak ada apa-apa lagi di balik baju lengan panjang itu selain tubuh Gita yang begitu mulus. Payudaranya yang besar dan kencang.
seperti payudara seorang gadis belasan tahun. Dan ketika pandanganku melayang ke bawah perutnya…tampak sebentuk kemaluan wanita yang berambut tebal, sangat lebat…. Saya pun mulai beraksi.

Mencelucupi lehernya yang hangat, sementara tanganku mulai mengelus bulu kemaluan yang lebat keriting itu. Gita pun tidak tinggal diam, mulai melepaskan kancing kemejsaya satu persatu, lalu menanggalkan kemejsaya. Untuk mempermudah, saya pun menanggalkan celana panjang dan celana dalamku. Sehingga batang kemaluanku yang sudah tegak kencang ini tidak tertutup apa-apa lagi. Gita melotot waktu melihat batang kemaluanku yang sudah tidak tertutup apa-apa lagi ini.

“ Iiiih…punya Bapak kok panjang gede gitu….mmm….si ibu pasti selalu puas ya …” desisnya.

“ Emang punya suami Gita seperti apa?” tanysaya.

“ Jauh lebih pendek dan kecil,” bisik Ibu Atik sambil merangkulku dengan ketat, seperti gemas.

Kembali kuciumi lehernya yang mulai keringatan, lalu turun…mencelucupi puting payudaranya. Kusedot-sedot seperti anak kecil sedang menetek, sambil mengelus-eluskan ujung lidahku di putting payudara yang terasa makin mengeras ini. Sementara tanganku tidak hanya diam. Jemariku mulai mengelus bibir kemaluan wanita itu, bahkan mulai memasukkan jari tengahku ke dalam lubang kemaluannya.

Gita sendiri tidak cuma berdiam diri. Tangannya mulai menggenggam batang kemaluanku. Meremasnya dengan lembut. Mengelus-elus puncak penisku, sehingga saya makin bernapsu. Tapi saya sengaja ingin melakukan pemanasan selama mungkin, supaya meninggalkan kesan yang indah di kemudian hari. Maka setelah puas menyelomoti puting payudara wanita itu, bibirku turun ke arah perutnya. Menjilati pusarnya sesaat, Lalu turun ke bawah perutnya.

“ Monn jangan ke situ ah…malu…” Gita berusaha menarik kepala saya agar naik lagi ke atas.

Tapi saya bahkan mulai menciumi kemaluanya yang berbulu lebat itu. Lalu jemariku menyibakkan bulu kemaluan wanita itu, mengangakan bibirnya dan mulai menjilatinya dengan gerakan dari bawah ke atas….

“ Aduh Monn…ini diapain? Aaah…kok enak sekali Monn…..” Gitaa mulai menceracau tidak menentu.

Lebih-lebih ketika saya mulai mengarahkan jilatanku di clitorisnya, terkadang menghisap-hisapnya sambil menggerak-gerakkan ujung lidahku.

“ Oooh Monn…oooh….Monn….iiiih….saya udah mau keluar nih….duuuhhhhhh” celotehnya membuatku buru-buru mengarahkan batang kemaluanku ke belahan memeknya yang sudah basah.

Dan kudesakkan sekaligus….blessss…..agak mudah membenam ke dalam liang surgawi yang sudah banyak lendirnya itu.

“ Aduuuduuuhhhh…sudah masuk Sayannggg…..oooohhhh….” Gitaa menyambutku dengan pelukan erat, bahkan sambil menciumi bibirku sambil menggerak-gerakkan bokongnya,

“ Sa…saya gak bisa nahan lagi…langsung mau keluar Monn…tadi sih terlalu dienakin…oooh…” Lalu terasa tubuh wanita itu mengejang dan mengelojot seperti sekarat.

Rupanya dia tidak bisa menahan lagi. Dia sudah klimaks….terasa lubang kemaluannya berkedut-kedut, lalu jadi becek,

“ Barusan kan baru klimaks pertama,”bisikku yang mulai gencar mengayun batang kemaluanku, maju mundur di dalam celah kemaluan Gitaa .

Beberapa saat kemudian wanita itu merem melek lagi, bahkan makin gencar menggoyang-goyang pinggulnya, sehingga batang kemaluanku serasa dibesot-besot oleh lubang surgawi Gita . Saya tahu goyangan bokongnya itu bukan sekadar ingin memberikan kepuasan untukku, tapi juga mencari kepuasan untuknya sendiri. Karena pergesekan penisku dengan lubang kemaluannya jadi makin keras, kelentitnya pun berkali-kali terkena gesekan penisku.

“ Adduuuh, duuuh….sayangg…kok enak sekali…..aaah…saya bisa ketagihan nanti…..” celotehnya dengan napas tersengal-sengal.

“ Saya juga bisa ketagihan,” sahutku setengah berbisik di telinganya, sambil merasakan enaknya gesekan dinding lubang kemaluannya,

“ memekmu enak sekali, sayang…..duuuuh….benar-benar enak sekaliii….” Saya memang tidak berlebihan.

Entah kenapa, rasanya persetubuhanku kali ini terasa fantastis sekali. Padahal posisi kami cuma posisi klasik. Goyangan bokong Gita juga konvensional saja. Tapi enaknya luar biasa. Dalam tempo singkat saja keringatku mulai bercucuran. Ibu Atik pun tampak sangat menikmati enjotan batang kemaluanku. Sepasang kakinya diangkat dan ditekuk, lalu melingkari pinggangku, sementara rengekan-rengekannya tdiada henti terlontar dari mulutnya.

“ Ooooh….oooh…hhhh….aaaaahhhhh…oooh…aaaaah….aduuuh Saaaaayang….enak Rayyymonn entot akuu sepuasmu….duuuuh….mmmmhhhhh Aku mau keluar lagi nih Sayanggg….”
“ Kita barengin keluarnya yok….” bisikku sambil mempergencar enjotan batang kemaluanku, maju mundur di dalam lubang kewanitaan Gita.

“ I…iya Rayy….bi…bi…bdiar nikmat…..” sahutnya sambil mempergencar pula ayunan pinggulnya, meliuk-liuk cepat dan membuat batang kemaluanku seperti dipelintir oleh dinding lubang kemaluan wanita yang licin dan hangat itu.

Sampai pada suatu saat…kuremas-remas buah dada wanita itu, mata saya terpejam, napasku tertahan…batang kemaluanku membenam sedalam-dalamnya….lalu kami seperti orang-orang kesurupan….sama-sama berkelojotan di puncak kenikmatan yang tdiada taranya ….. Air maniku terasa menyemprot-nyemprot di dalam lubang memek Gita. Lubang yang terasa berkedut-kedut.

Lalu kami sama-sama terkapar, dengan keringat bercucuran,

“ Ini yang pertama kalinya saya digauli oleh lelaki yang bukan suami saya…” kata Gita sambil membiiarkan batang kemaluanku tetap menancap di dalam memeknya.

Kujawab dengan kecupan hangat di bibirnya yang sensual,

“ Sama…saya juga baru sekali ini merasakan bersetubuh dengan wanita yang bukan istri saya. Terimakasih sayang…mulai saat ini Gita jadi istri rahasisaya…”

“ Dan Kamu jadi suami kedua saya….iiih…kenapa tadi kok enak sekali ya Sayangg?”

“ Mungkin kalau dengan pasangan kita sendiri sudah terlalu bdiasa, nggak ada yang aneh lagi. Tapi barusan dilepas di dalam…nggak apa-apa ?”

“ Nggak apa-apa,” sahutnya dengan senyum manis, mata bundar beningnya pun bergoyang-goyang manja,

“ Saya kan ikut program KB sejak kelahiran anak kedua…”

“ Asyik dong, jadi aman….” “ Saya pasti ketagihan….soalnya punya Kamuu panjang gede gitu…..” Kata-kata Gita itu membuat napsuku bangkit lagi.

Dan batang kemaluanku yang masih terbenam di dalam memeknya, terasa mengeras lagi. Maka kucoba menggerak-gerakkannya…ternyata memang bisa dipakai “bertempur” lagi. Batang kemaluanku sudah mondar mandir lagi di dalam lubang memek Gita yang masih banyak lendirnya tapi tidak terlalu becek,
Setengah duduk dia menaik turunkan pinggulnya,
Sehingga saya cukup berdiam diri, hanya sesekali menggerakkan batang kemaluanku ke atas, supaya bisa masuk sedalam-dalamnya. Tapi mungkin posisi ini terlalu enak buat Gita , karena moncong penisku menyundul-nyundul dasar lubang memeknya. Dan itu membuatnya cepat klimaks. Hanya beberapa menit dia bisa bertahan dengan posisi ini. Tidak lama kemudian dia memeluk leherku kuat-kuat, seperti hendak meremukkannya.

Lalu terdengar erangan nikmatnya,

“ Aaaahhhh….Akuu Oragasmme lagii Kamuuu buatt …..” Kemudian dia ambruk di dalam dekapanku.

Tapi saya seolah tidak peduli bahwa Gita sudah klimaks lagi. Butuh beberapa saat untuk memulihkan vitalitasnya kembali. Tidak perlu vitalitas. Yang jelas batang kontollku sedang enak-enaknya mengenjot memek Gita ini. Lalu saya menggulingkan badannya sambil kupeluk erat-erat, tanpa mencabut batang kemaluanku dari dalam memeknya yang sudah klimaks kesekdian kalinya. Ibu Atik memejamkan matanya waktu saya mulai mengentotnya lagi dengan posisi klasik, dia di bawah saya di atas.

Tapi beberapa saat kemudian dia mulai aktif lagi. Mendekapku erat-erat sambil menggoyang-goyangkan pinggulnya dengan gerakan meliuk-liuk ….. Saya pun makin ganas mengentotnya. Tapi dia tidak mau kalah ganas. Gerakan bokongnya makin lama makin dominan. Membuatku berdengus-dengus dalam kenikmatan yang luar bdiasa.

“ Oooh…enak banget Sayangg….sa…saya mau keluar lagi ….kita barengin lagi Raymond…ta…tadi juga enak sekali….” celotehnya setelah batang kemaluanku cukup lama mengentot lubang memeknya.

Saya setuju. Kuenjot batang kemaluanku dengan kecepatan tinggi, maju-mundur, maju-mundur….sampai akhirnya kami sama-sama berkelojotan lagi Saling cengkram, saling lumat….seolah ingin saling meremukkan….dan akhirnya air maniku menyemprot-nyemprot lagi di puncak kenikmatanku, diikuti dengan rintihan lirih Gita yang sedang mencapai klimaks pula.

“ Kita kok bisa tiba-tiba begini ya?” cetus Gita waktu sudah mengenakan pakadiannya lagi.

“ Iya…dari rumah aja gak ada rencaana….tapi tadi mendadak ada keinginan…untunglah kamu gak menolak…terimakasih ya sayang,” sahutku dengan genggaman erat di pergelangan tangannya, kemudian kukecup mesra bibirnya yang tipis mungil itu.

Wanita itu tersenyum. Memeluk pinggangku sambil berkata perlahan,
Sore itu kami pulang ke rumah masing-masing, dengan perasaan baru. Bahkan malamnya, ketika istriku sudah tertidur pulas, saya masih sempat smsan dengan Ibu Atik . Salah satu smsnya berbunyi:

“ Puas banget…punya saya sampe terasa seperti jebol….punya bapak kegedean sih…kapan kita ketemuan lagi?” Kujawab singkat,

“ Kapan pun saya siap..” Satu kisah indah telah tercatat di dalam kehidupanku. Yang tidak mungkin kulupakan sampai kapanpun.
Selesai.


CLICK VIDEO >>> STREAMING BOKEP <<< CLICK VIDEO

CERITA DEWASA - GAIRAH-SEX-TANTE-JILBOB-SANGE-BERAT


Cerita seks, cerita dewasa, cerita bokep, bokep, cerita porno, cerita ngentot, cerita hot, cerita panas, cerita mesum, cerita desahan hot, cerita dewasa hot, Cerita dewasa desahan, cerita dewasa tante tetangga rumah, cerita dewasa desahan hot, cerita desahan, cerita dewasa indo, cerita tante, cerita dewasa tante, cerita sedarah, cerita porno, cerita dewasa pacar,cerita dewasa paksa, cerita dewasa anal, cerita, cerita sex tentangga, kisah sex remaja, cerita sex bokep, cerita sex sekolah, cerita sex asia, bokep jepang, bokep mesum, bokep hot, bokep abg, cerita sex sma, cerita dewasa perawan, bokep tante, streaming bokep, cerita dewasa sange, cerita dewasa sedarah, cerita dewasa online, cerita dewasa tante sange, cerita dewasa orgasme, cerita dewasa sepupu, cerita dewasa sange berat