CERITA DEWASA – AKU DIENTOT DENGAN DUA COWOK

CERITA DEWASA - AKU-DIENTOT-DENGAN-DUA-COWOK
CERITA DEWASA - AKU-DIENTOT-DENGAN-DUA-COWOK

CERITA DEWASA – AKU DIENTOT DENGAN DUA COWOK


CERITA DEWASA – AKU DIENTOT DENGAN DUA COWOK – Namaku Yuni, Aku Seorang SPG Brand Mobil Terkenal yaitu B*W di Jakarta, Aku tinggal dengan keluargaku aku. Aku memiliki 2 saudara kandung, Adikku yang pertama ini bernama Yanto Umurnya sekarang 18tahun seorang hyper sex dia sangat tertarik pada tubuh tak jarang dia mencari silap untuk menyentuh daerah sensitiveku, Adikku yang kedua ini bernama Fattah sangat polos tak mengerti artinya sex maka darisitu aku terobsesi untuk bermain sex dengan mereka berdua

Pertama kali aku melakukan hubungan seks dengan Adiku yang pertama. Saat itu aku sedang nyuci baju kebeneran aku mengenakan baju daster putih tipis dan tidak memakai bra dan cd karena takut basah ditambah lagi kena cipratan air membuat beberapa bagian tbuhku tercetak tembus dibagian Dadaku, Pahaku, Dan Pantatku. Lalu Adikku Yanto masuk terus menutup pintunya aku berdiri dan langsung didekapnya tubuhku tanganya sangat liar meremasin payudaraku

“Dekk ngapain kamu? Lepasin!! Jangann disini dong!” kataku merontah karena tubuhnya agak sedikit lebih besar dariku

“Ah diem aja udah disini aja lagian kakak hot banget” kata adikku.

“Jangann disini dek, ntar ketahuan mama papa ribet urusannya

“Sudah kak, Yanto udah nggak tahan banget ini”

“Kakak masih perawan dek, Jangan dimasukin yah! Pleasee” mohonku

Yanto hanya diam saja tak perdulu dengan ucapanku lalu dasterku disingkapkan olehnya tangannya masuk keselangkaganku dan mengelus memekku dimainkan klistorisku membuatku mendengus nikmat ditambah dia mengosoknya dengan air membuat memekku semakin licin, akhirnya aku pasraah saja

“Oooh..Yanto sayang, Enaak Banget elusanmu.. Entott kakak sekarang sayang”

“Iyahh kak, kontol Yanto juga udah nngak tahan banget pengen rasain memek SPG HOT”katanya binal

“Aaakkkhhhh..yeahh…Yeahh..Ooohh..Uuuhh” desahku karena kontolnya sudah mengosok2 dibibir memeku dan dimasukan pelan2 tetapi kuat ditekan

“Aaaauuuu Dek….Saa..kittt pelann dong” pekikku karena nyeri

“iyah kak tahan dikit yah ini bakalan enak kok”

“Aaawwwhhhhhhh!!!! Uuuhh dorong terus sayang…..Aaaawhhh” jeritku meremas toketku sendiri ketika kontol yanto menembus perawanku rasanya sakit sekali tetapi yanto mendiamkan kontolnya 5menit didalam akhirnya digenjotnya memeku pelan2

“Mhhh..Mhhh Sshh..Uuhh..Uuhh Mmhh Ee..nnakk” desahku karena rasa nikmat sudah menghantui pikiranku

“Memeek kakak sempit banget, Yanto bentar lagi ngecrot nih!!” katanya sambil meremas pantatku dan toketku

“iyah yanto tahan, kakak juga mau orgasmee nih sayang”

“Aaaakkkkkhhh!!! Kakakk aku semprot didalam yah!!” katanya

“Iyah sayang, Kakak Sampee nih!! Aaaarrhggghhhhhhh!!!” kamipun orgasme barengan tubuhku melemas dan bertumpu pada pinggiran bak mandi tetapi yanto terus entot memekku aku hanya bisa meringgis.

Ketika malam tiba aku terpikir yang dilakukan adikku dikamar mandi. aku merasa menyesal karena memberikan keperawanan aku kepada adik sendiri, Rasa nikmat itu menghantuiku ditambah lagi semenjak aku pecah perawan aku tidak pernah lagi melakukan Sex Memekku terasa gatal saat sange berat terkadang aku hanya bisa mengosok memekku ataupun masturbasi dengan jari.

Dan saat adikku mulai beranjak dewasa, tapi adikku lebih tampan dan gagah bila dibandingkan dengan kakakku. Aku sering merasa terangsang, tapi hanya bisa kutahan dan lagi-lagi hanya bisa kulampiaskan dengan jalan masturbasi. Entah berapa lama aku bisa menahan keinginan untuk melakukannya dengan adikku.

Sampai suatu hari, saat orang tuaku sedang tidak ada di rumah, adikku baru pulang sekolah dan aku menyiapkan makan siang untuknya. Karena hari itu terasa panas, aku hanya menggunakan celana pendek dan t-shirt tanpa memakai BH.

Tidak kusangka adikku yang dulunya polos, Dadanya terlihat bidang dengan bentuk yang menggairahkan, tubuhnya atletis dan bisa kutebak kalau batangnya juga lumayan besar. Aku hanya dapat memandangnya, wajahnya ditutupi oleh handuk kecil yang digunakannya untuk mengeringkan tubuhnya. Aku belai dada adikku Fattah.

“Apaan sih..? Lagi makan juga..! Kurang kerjaan, mendingan bikinin aku roti bakar…”

“Emang aku pembantumu, enak aja.” kataku agak jengkel.

Aku sudah benar-benar tidak tahan, tanpa pikir panjang lagi kutindih tubuh adikku dan kulempar handuk dari wajahnya.
“Mbak Yuni mau ngapain sih..?” tanyanya.

Tanpa sepatah kata pun langsung kucium mulutnya dan kuremas-remas dadanya yang bidang itu. Adikku sangat terkejut dengan apa yang kulakukan dan mendorong tubuhku. Aku tidak peduli, kucium lagi bibirnya dan kali ini adikku tidak bereaksi apa-apa dan mencoba untuk menikmatinya. Aku tahu kalau Fattah mulai terangsang, karena kurasakan diantara kedua pahanya ada sesuatu yang bertambah besar. Kuciumi terus bibir dan lehernya, adikku sedikit kewalahan tapi Toni selalu mencoba membalas ciumanku walau terasa agak kaku.

Langsung kubuka kaosku, dan adikku hanya bisa melotot melihat payudaraku yang cukup besar.

“Wah Toket Mbak bagus sekali, Sudah dari dulu Fattah idamkan toket mbak” katanya.Kusuruh Fattah memegang dan meremasnya,

“Aduh jangan keras-keras, sakit.. Coba sekarang kamu isep susu Mbak..”
Lalu kusodorkan payudaraku ke mulutnya, Toni mengulum dan menghisap puting payudaraku, “Akh enak sekali Taah, sshs… akhh terus tah .., enak sekali…”

Dengan tergesa aku turun kebawah, kulihat batang kejantanannya yang gagah sudah sedikit tercetak dan memperlihatkan kepalanya di celana renang adikku. Dengan penuh nafsu langsung kutarik celana renang adikku sampai ke lututnya.

“Wah.., Fattah punya kamu Oke juga nih,”

Aku pun lalu membuka celanaku dan sekarang aku telanjang. Fattah bangun dari kursi dan duduk, lalu Toni meraba bibir kemaluanku, kemudian kusuruh Fattah menjilati bibir kemaluanku. Fattah kelihatannya kaget tapi langsung kutarik kepalanya ke arah kemaluanku, dan Fattah mulai menjilati permukaan lubang senggamaku.

“Akh.., Fattah enak sekali terus akh… yaa disitu Fattah, enak.., akhh… terus Fattah terus akkhh…” desahku.

rasanya enak sekali dan aku sangat suka jika ada yang menjilati kemaluanku. Aku sudah tidak tahan, kudorong tubuh adikku ke kursi lagi, kemudian kupegang batang kejantanannya dan kuarahkan ke liang senggamaku. Fattah kelihatannya sedikit tegang saat kepala kejantanannya menyentuh permukaan bibir kemaluanku. Fattah menahan nafas dan mengerang saat aku menekan tubuhku ke bawah, dan batang kejantanannya masuk seluruhnya ke liang kewanitaanku.

“Akh… Mbak… enak sekali… hangat.. yeah… ayo Mbak terusin..!”

Aku lalu bergerak, menggoyangkan pantatku ke atas dan ke bawah, dan kadang kuputar-putar, tangan adikku kusuruh meremas-remas payudaraku dan Fattah sangat bernafsu sekali. Aku bergerak semakin lama semaki cepat, tanganku memegang paha adikku untuk tumpuan. Beberapa saat kemudian, nafas adikku mulai memburu dan gerakannya mulai tidak karuan, kadang memegang pantatku, kadang meremas payudaraku, dan aku tahu kalau Fattah sudah hampir sampai dan berusaha menahannya.

“Akh.. Mbak.., aduh… Fattah mau keluar Mbak..!”

“Tahan dek.., Mbak sebentar lagi akhh..!”

Semakin kupercepat gerakanku, aku mulai liar.

Kuremas dadanya dan saat kurasa kenikmatan itu, aku menekan tubuh adikku, dan tubuhku menjadi tegang sambil kuremas paha adikku.

“Fattah nggak tahan lagi Mbak… akh… Mbak, Toni keluar Mbak akhh..!”

Pantatnya terangkat ke atas seperti ingin menusuk kewanitaanku dan kurasakan semprotannya yang cukup keras beberapa kali di dalam rahimku. Begitu juga denganku, otot kemaluanku menekan batangnya dan kurasakan liangku semakin basah, baik oleh cairanku ditambah mani adikku yang menyemprot sangat banyak di lubang senggamaku.

Tubuh kami basah oleh keringat, dan kemudian kupeluk tubuh adikku menikmati sisa-sisa kenikmatan tadi. Nafas adikku mulai teratur dan kurasakan batang kemaluannya mulai mengecil di liang kewanitaanku, namun pantatku masih tetap bergoyang di atas tubuhnya.

“Mbak, enak sekali.., makasih ya Mbak, mbak bakalan mau lagi kan kalau Fattah ajak ngewe”

“Mbak yang harusnya makasih sama kamu, ternyata adik Mbak cukup hebat, tapi Mbak sangat puas sekali dan Mbak pengen sekali lagi, bolehkan Ton..?”

“Wah.., Toni juga mau Mbak..!”

Kucabut batang kejantanannya dari lubang kewanitaanku dan kembali kurasakan orgasme saat mencabutnya. Batang kemaluan adikku sudah mengecil sekarang, tapi tetap telihat gagah. Fattah lalu duduk di pinggir kursi dan aku kemudian menjilati batang kejantanannya, Toni kembali mendesah, “Ssshhh.., enak Mbak..!”

Tangannya membelai rambutku dan kadang meremas payudaraku. Aku kembali terangsang dan batang kemaluan Fattah dengan cepatnya kembali tegak dan kokoh. Aku lalu lari dan menceburkan diriku di kolam renang, Fattah menyusul setelah membuka celana renang yang masih tertinggal di lututnya. Di kolam kembali kami berciuman, tapi sekarang Toni kubiarkan lebih agresif. Sambil duduk di tangga kolam, diciuminya bibir dan leherku, kemudian dihisapnya puting payudaraku.

Kemudian kurasakan Fattah berusaha memasukkan batang keperkasaannya, tapi selalu meleset. Aku hanya tertawa kecil, lalu kubantu dia. Kupegang batangnya dan kuarahkan ke kemaluanku. Fattah hanya tertawa kecil dan kemudian dia menekan rudalnya ke sarangku. Fattah lalu menggerakkan pantatnya dan memompa senjatannya keluar masuk liang surgaku, nafasnya juga mulai memburu. Aku menikmati tekanan yang diberikan Fattah dan rasanya nikmat sekali.

“Akh.., enak sekali Fattah, yang keras Tahhhh..! Akh..!”

“Akhh Mbak.., Emek mbak enak banget.. Sempitt Aahhkhk.”

Di baringkannya tubuhku, lalu Fattah mulai memompa batang kejantanannya lagi, semakin lama semaki cepat. Aku mengimbangi gerakakn Fattah dengan mengerakkan pantatku ke kiri dan ke kanan, kadang kuremas-remas pantat adikku yang kenyal. Nafas Fattah mulai tidak teratur.

“Lebih cepat sayang.. akh..!”

“Mbak.., Fattah mau keluar Mbak, akh..!”

Gerakan Fattah semakin cepat, dan saat kulihat tubuh Toni mulai mengejang, kulingkarkan kakiku di pinggangnya. Fattah menekan dan memasukan batang kemaluannya lebih dalam lagi.

“Akh.., Mbak, aku keluar Mbak, akhh.., Mbak.. ngeakhh…”

Tubuhnya lalu rubuh di atas tubuhku. Aku bergerak tidak karuan di atas tubuhnya, sampai beberapa saat kemudian aku orgasme, kemudian aku turun dan mengulum batang keperkasaannya. Fattah menggerakkan pantatnya ke kiri dan ke kanan dan kadang menusuk ke dalam mulutku. Selang beberapa waktu kemudian, batang kemaluannya seperti mengembang di dalam mulutku.

“Akh.., aku keluar lagi Mbak.. akhh..!”

Maninya menyembur di dalam mulutku dan kutelan semuanya, kemudian kami berpelukan dan berciuman. Tanpa sadar kami tertidur di kursi, kepalaku kurebahkan di dadanya dan tubuhku di atas tubuhnya.


CLICK VIDEO >>> STREAMING BOKEP <<< CLICK VIDEO

CERITA DEWASA - AKU-DIENTOT-DENGAN-DUA-COWOK


Cerita seks, cerita dewasa, cerita bokep, bokep, cerita porno, cerita ngentot, cerita hot, cerita panas, cerita mesum, cerita desahan hot, cerita dewasa hot, cerita dewasa desahan hot, cerita desahan, cerita dewasa indo, cerita tante, cerita dewasa tante, cerita sedarah, cerita porno, cerita dewasa pacar,cerita dewasa paksa, cerita, cerita sex tentangga, kisah sex remaja, cerita sex bokep, cerita sex asia, bokep jepang, cerita dewasa perawan, bokep tante, cerita dewasa sange,  cerita dewasa tante sange, cerita dewasa orgasme, cerita dewasa janda, cerita dewasa sekolah, cerita sex dewasa hot,